“Ya!! Namja Babo!” *PART 6*

 

 

15 menit kemudian…. Aku melihat seorang yeoja yang hampir saja tidak ku kenali. “Hyo~ah…kau cantik sekali..” desis ku kagum saat melihat yeoja itu memakai gaun pengantin putih yang sangat panjang. Wajahnya yang polos di olesi dengan make up minimalis. Rambutnya yang tergerai panjang, kini di satukan dengan tiara yang menyilaukan mataku. Yeoja ini tampak cantik sekali. Aku terkesima, dan berjalan tanpa sadar ke arahnya. Dia benar-benar persis seorang putri. Tangan ku merogoh saku celanaku. Dan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berlian dengan permata shappire blue di tengahnya. “Hyo~ah… Mau kah kau bertunangan denganku??”

 

*Lee Sungmin PoV END*

 

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Yuan eonni mendandani ku layaknya seorang pengantin saja. Aku menuruni anak tangga satu demi satu secara perlahan. Aku melihat Sungmin oppa tampak berdiri dari tempatnya duduk. Dan dia menatapku tak berkedip. Tak lama kemudian, Sungmin oppa merogoh saku celananya. Entah benda apa yang akan di keluarkannya. Aku terkejut saat sungmin oppa mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berlian dengan permata shappire blue di tengahnya. “Hyo~ah… Mau kah kau bertunangan denganku??” kata-katanya membiusku. Aku terkesima. Tak mampu menjawab apapun.

Sungmin oppa kini berlutut dihadapanku sambil menyodorkan sebuah cincin berlian yang cantik sekali. Omoo…Dia benar-benar pantas di sebut pangeran aegyo! Aku tertegun. Tak sanggup mengeluarkan kata-kata. Aku menyukainya. Tapi aku tidak tahu apakah aku mencintainya atau tidak. Nama Cho Kyuhyun selalu ada di dalam hatiku yang paling dalam. Tapi aku tidak akan mengecewakan namja di hadapanku ini. Dia begitu tulus mencintaiku.

“Ne oppa…saranghae~” jawabku sambil mengambil kotak yang berisi cincin itu dari tangannya. Sungmin oppa tersenyum bahagia. Dan aku mendengar sorakan gembira dari Yuan eonni tepat di belakang ku…

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

~XXX~

 

*Lee Sungmin PoV*

 

Aku mengamati wajah yeoja chingu ku saat kami berada dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Dia tersenyum manis sekali. Aku bahagia saat ia menerima permintaan pertunangan ku. Hanya saja, ia meminta pertunangan itu dilakukan saat eomma dan appa nya pulang ke Seoul. Berarti tinggal 2 minggu lagi waktu yang tersisa untuk menyiapkan segala sesuatu yang harus di persiapkan untuk pesta pertunanganku dengan Yeon Hyo nanti.

Aku memacu mobil ku dengan cepat. Karna besok Yeon Hyo kuliah pagi, aku tidak ingin dia kurang tidur gara-gara aku. Pasti Rin~ah sudah tidur saat ini. Ini sudah jam 9 malam. Dan terlihat kalau Yeon Hyo juga mengantuk.

“Oppa…gomawo sudah mengantarkan ku.” Kata nya sambil menguap. Omoo..Wajahnya polos sekali. “Ne chagiya…sekarang masuk lah dan lekas tidur.” Sahutku sambil mengantarkan nya masuk ke dalam rumah. “Hehhee…gomawo atas hari yang indah ini oppa..” lagi-lagi dia menunjukan senyuman itu. Aku kembali teringat Cho Kyuhyun. “Ne…oppa pulang ya..” jawabku sambil berjalan menuju ke dalam mobil. Dia melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis. Aku segera meninggalkan rumah itu begitu Yeon Hyo menghilang dari pandangan mataku.

 

*Lee Sungmin PoV END*

 

~XXX~

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aigoo! Lelah sekali. Aku merebahkan tubuhku ke tempat tidur empuk bernuana pink milik ku. Tidak ada suara Rin~ah sama sekali. Pasti dia tidur dan tidak menyadari kalau aku sudah pulang. Itu pasti karna jendela kamarnya menghadap ke kolam renang belakang rumah, bukan seperti jendela kamar ku yang menghadap ke halaman depan rumah ku. Kalau saja Rin~ah tidur disini, pasti dia terbangun karena suara mesin mobil.

*Pletaaakk!

Omoo…suara apa itu?? Aku merasa kalau jendela kamarku di lempar batu. Aku bergegas menuju jendela kamar ku. Dan membuka tirai dengan warna pink lembut. Aku melihat seorang namja tengah berdiri di halaman rumahku ! Aigoo! Siapa dia?? Aku membuka kaca jendela kamarku secara perlahan. Tapi aku tidak dapat melihat dengan jelas wajah namja tersebut. Apakah dia sungmin oppa?? Aahh~ bukan ! Sungmin oppa tidak bisa bermain piano. Namja itu mulai memainkan piano nya. Dentingan piano yang indah. Omoo…!! Dia mulai bernyanyi. Suara ini sepertinya aku mengenali nya. Sangat indah…

 

 

Na oerowododoe neol saenggakhalddaen

misoga naui eolgule beonjyeo

na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen

sarangi nae mam gadeukhi chaewo

 

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman

himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun

ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli

naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

 

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon

dasi ileoseol geoya

 

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

 

neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom

joyonghi neoneun naegero waseo

na apahaneunji maeil oerounji

geuriumeuro neoneun naege danyeoga

 

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana

hangsang niga naui gyeote isseunigga

meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga

geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado

 

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon

dasi ileoseol geoya

 

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

 

sueobsi neomeojyeo biteuldaedo

naneun ireohgeseo itjana

nae mam hanabbuninde

himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae

neoreul hyanghae yeongwonhi

 

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae

miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge

ijeneun apeuji ana

 

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango

galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge

nae maeum dahae saranghaneun neoreul

 

 

Omoo…aku tau lagu ini. Hope is a Dream That Doesn’t Sleep !! Dan aku tau siapa yang menyanyikan nya. Kenapa dia tak beranjak dari sana?? Padahal lagu nya telah selesai ia nyanyikan dengan sangat merdu. Aigoo!! Dia mengulang lagu ini sekali lagi. Aku tau makna nya. Ya!! Aku tau siapa namja itu !!

 

Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku teringat padamu

Senyum menyebar di wajahku

Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali Kau senang

Hatiku penuh dengan cinta

 

Hari ini saya bisa hidup di dunia yang sangat keras

Bahkan jika aku lelah, ketika ku menutup mata, aku hanya melihat wajah Mu

Mimpi yang masih terngiang di telinga ku

Apakah meninggalkan sisi ku terhadap Mu?

 

Setiap hari hidup Ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

 

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

 

Seperti bayangan di sisiku Kau selalu

Diam-diam datang kepada ku

Untuk melihat apakah aku sakit?, untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari

Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku

 

Bahkan jika dunia ini membuat ku menangis, aku baik-baik saja

Karena Kau selalu di sisiku

Seperti debu, akan mereka berubah dan meninggalkan kenangan?

Aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku

 

Setiap hari hidup ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

 

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

 

Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh

Aku masih berdiri seperti ini

Aku hanya memiliki satu hati

Saat aku lelah Kau menjadi kekuatanku

Hati Ku terhadap Mu selamanya

 

Jadi Aku menelan sakit dan kesedihan

Aku hanya akan menunjukkan kepada Mu Senyuman Indah

SAMPAI AKU MATI KAU SELALU ADA DI HATIKU

 

ku akan selalu berpegang pada mimpi ku ingin memenuhi dengan Mu

Aku akan mencoba untuk memanggil Nama Mu di tempat Aku tak dapat lagi mencapainya

AKU MENCINTAI MU SEPENUH HATI KU

 

Aku kembali terkesima saat namja itu menyanyikan lagu ini sekali lagi. Makna dari lagu ini benar-benar menyentuh hatiku. Tanpa sadar kaki ku berjalan sendiri menuruni anak tangga, makin lama makin cepat. Sampai akhirnya aku berlari. Ya! Aku berlari menuju namja tersebut. Aku tak bisa menahan perasaan ini. Aku tak bisa menahan gejolak dari tubuhku sendiri. Aku tak bisa berhenti berlari. “Cho Kyuhyun!!!” teriak ku. Namja itu menoleh ke arahku. Tanpa bisa ku tahan lagi, aku langsung memeluk nya. Memeluk Cho Kyuhyun ku. Entah kenapa, aku merasa saat ini dia Cho Kyuhyun ku yang lama hilang.

“Oppa…kau kemana saja.. Aku lelah mencarimu… Lelah sekali..” mulutku bicara tanpa bisa ku kontrol. “Oppa…Saranghae~ Jeongmal Saranghae~~” aku semakin memeluk nya erat. Dia memakai kan sebuah cincin berlian berukiran bintang di sisi kiri dan kanan nya di jari manis kiri ku. Aku semakin terisak. Aku tidak ingin kehilangan Cho Kyuhyun ku lagi. “Cho Kyuhyun…saranghae~”

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Aaiishh! Kemana Rin~ah! Aku dari tadi melempari jendelanya dengan batu. Tapi jendela kamarnya tidak kunjung di buka. Heii ! Akhirnya dia membuka jendela kamarnya. Aku mulai memainkan piano yang ku bawa dari rumah. Mencoba bernyanyi sepenuh hati. Agar dia ingat kenangan kami dulu. Aku akan selalu mencintainya. Itu yang pernah ku ucapkan dulu. Semoga setelah mendengar aku bernyanyi, Rin Rin akan sadar. Dan ingat kenangan 16 tahun yang lalu. Aku mulai bernyanyi lagu kenangan ku bersama cinta pertama ku dulu. Aku menciptakan lagu ini saat aku masih kecil.

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango

galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge

nae maeum dahae saranghaneun neoreul

 

Aku baru saja menyelesaikan bait terakhir lagu ku. Saat ku lihat seorang yeoja mengenakan piyama berwarna pink berlari menghampiriku. Dan langsung memeluk ku dengan erat.

“Oppa…kau kemana saja.. Aku lelah mencarimu… Lelah sekali..” yeoja itu bicara dengan tergesa-gesa. “Oppa…Saranghae~ Jeongmal Saranghae~~” aku merasakan pelukan nya semakin erat menyelimuti tubuhku. Dia sepertinya menangis. Dengan segera aku memakaikan cincin yang ku beli pada jari manis kiri nya. Ukuran cincin itu pas sekali dengan nya. “Cho Kyuhyun…saranghae~” ucapnya terisak.

Aku benar-benar tertegun mendengar ucapan yeoja ini barusan. Dia menangis di pelukan ku. “Yoon Rin Rin…saranghae~” balasku sambil tersenyum. Yeoja itu melepaskan pelukan nya. Dan langsung menatapku dengan pandangan terluka. “Aku Yoon Yeon Hyo….bukan Yoon Rin Rin…mianhae, kau salah orang.” Yeoja itu menghapus air matanya sekilas dan berlari memasuki rumahnya kembali. Aku mengejarnya namun pintu rumah itu dikunci rapat oleh Yeon Hyo, sebenarnya aku tak tau apa yang terjadi. Aku datang kemari hanya bernyanyi untuk Rin~ah. Kenapa malah Yeon Hyo yang datang memeluk ku?? Ada apa ini sebenarnya??

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

~XXX~

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aku bangun kesiangan hari ini. Mata ku bengkak. Aku menangis semalaman hanya karna namja babo bernama Cho Kyuhyun yang tidak mengenali ku sebagai cinta pertama nya. Rin Rin memanggil ku berulang kali dari luar kamar. “Eonni.. wae?? Eonni sakit?? Cepat buka pintunya..” Aku hanya diam di tempat tidurku dengan pikiran kusut. “Eonni?? Wae??” suaranya tampak panik. “Ani…hanya flu. Cepat lah kau pergi kuliah. Bilang pada Na Na kalau eonni sakit dan tidak akan masuk hari ini.” Jawabku berbohong.

“Ne..eonni. Cepat sembuh!” teriak Rin Rin dari luar. Aku hanya diam seperti patung di balik selimutku. Berusaha menahan tangis ku yang hampir pecah saat melihat kembali cincin yang bersemayam di jari manis ku kini. Aku tak tahan lagi. Saat ku lihat mobil Rin Rin meninggalkan halaman rumahku. Aku pun dengan segera turun ke lantai dasar. Dan meraih kunci motor balap ku.

Aku mengendarai motor balap kesayanganku dengan kecepatan tinggi. Aku pergi dari rumah tanpa berganti baju. Masih mengenakan piyama pink ku semalam yang kian lusuh karna air mata ku yang tak berhenti menetes. Aku benci keadaan ini ! Benci sekali ! Aku benci pada mu Cho Kyuhyun !

Dari kejauhan, aku melihat sebuah mobil mercedes hitam terparkir di depan sebuah resto, itu mobil Cho Kyuhyun. Dan di depan mobil itu ada mobil shappire blue milik Rin~ah. Aku menambah laju kecepatan sepeda motor balapku. Tanpa sadar, ekor mata ku menangkap sosok Rin~ah sedang tertawa bersama orang yang sangat ku rindukan, Cho Kyuhyun.

Aku begitu kecewa. Sampai-sampai aku tidak sadar kalau ada sebuah bis besar tepat di depan motor ku. “CHO KYUHYUUNN !!!” teriak ku ke arah namja tampan itu. Namja itu menoleh. Namun terlambat, motor balap ku menghantam bis besar yang terparkir di sebelah kiri jalan. Semuanya menjadi gelap seketika….

 

-To Be Continued-

 

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s