“Ya!! Namja Babo!” *PART 5*

 

 

“Yeon Hyo…kau jadi kan menemani sepupu nya Jong Woon oppa saat menghadiri pesta pernikahan ku nanti?” tanya Na Na yang membuatku kaget. “Menemani Cho Kyuhyun maksudmu??” tanya ku lagi. “Ne, menemani Cho Kyuhyun.. gomawo sebelumnya Hyo~ah. Dia itu namja yang keras kepala. Tapi dia selalu menuruti kehendak Jong Woon oppa.  Itu sebabnya dia tidak terlalu protes dalam hal ini.” Jawab Na Na panjang lebar. “Oohh…Ne, ini demi kau Na Na..” sahutku. Omoo…pergi ke pesta pernikahan sahabatku Shim Na Na dengan Jong Woon oppa bersama si namja babo Cho Kyuhyun?? ANDWAEE !!!

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

~XXX~

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

Hari ini seharian aku tidak melihat Rin~ah di kampus. Ponselnya juga tidak aktif sejak semalam. Entah kenapa aku jadi menunggu nya seperti ini. Perasaan ini benar-benar menyiksaku. Aku jadi semakin yakin kalau Rin~ah itu cinta pertama ku dulu, bukan eonni nya yang babo itu.

“Kyu~ah!” aku menoleh ke arah pemilik suara yang merdu itu. “Sungmin hyung??” entah kenapa aku jadi malu bila bertemu Sungmin hyung saat ingat pernah mencium yeoja chingu nya. “Kenapa kau disini kyu??” tanya nya keheranan. “Menunggu Rin~ah..” jawabku polos. “Kau dan Rin~ah??” sahut Sungmin hyung terkejut. “Hahhaa…aku mencoba membuka hatiku pada yeoja. Lagipula Rin Rin sangat cantik…dia feminim dan baik.” Jawab ku sambil tersenyum. “Sudah ku duga!! Tapi jangan sampai kau jatuh cinta juga pada eonni nya. Eonni nya Rin~ah sangat cantik. Yoon Yeon Hyo is mine!” kata-kata Sungmin hyung membuat ku sesak nafas. Aku benar-benar tak rela saat Sungmin hyung mengatakan kalau Yeon Hyo itu hanya miliknya. Aaiish! Kenapa aku berpikir seperti ini?? Lupakan! Lupakan! Yeon Hyo itu si yeoja babo sekaligus yeoja chingu nya Sungmin hyung! Tidak mungkin aku mencintainya.

“Hahhaa…Hyung mau kemana?” tanya ku mengalihkan perhatian. “Hyung mau beli cincin berlian buat seseorang. Kau mau ikut kyunnie??” Aku mengangguk. Lagipula tidak ada yang ku kerjakan sore ini. Konser ku di Taiwan bersama Jong Woon hyung juga masih 3 minggu lagi. Dan aku juga butuh cincin untuk malam nanti. Aku dan Sungmin hyung sama-sama membawa mobil ke kampus, jadi aku mempersilahkan sungmin hyung jalan terlebih dahulu karna aku tidak tau dimana toko berlian yang ingin di tuju nya.

20 menit sudah aku melalui jalan di kota padat seperti Seoul ini. Aku melihat banyak sekali iklan ku menghiasi gedung-gedung pencakar langit. Aku seorang penyanyi yang benar-benar populer saat ini. Sama seperti Jong Woon hyung dan Sungmin Hyung. Hanya saja Sungmin hyung lebih fokus pada urusan bisnis appa nya ketimbang menyanyi. Itu sebabnya aku selalu memakai kacamata hitam saat berpergian agar fans tidak mengetahui kalau itu aku. Sedangkan sungmin hyung menggunakan masker. Akan terjadi hal-hal yang merepotkan kalau tiba-tiba mereka menyadari kalau aku seorang Cho Kyuhyun.

Mobil Sungmin hyung berhenti di sebuah toko berlian dekat pusat kota Seoul. Sungmin hyung kemudian turun dan memberi isyarat agar aku mengikutinya. Aku pun turun dari mobilku. Dan berjalan di belakang Sungmin hyung. Kami memasuki toko berlian tersebut. Seorang pramuniaga menyambut kedatangan kami dengan ramah.

“Annyeong. Ada yang bisa ku bantu Tuan?” sapa pramuniaga itu dengan sangat ramah. Aku tersenyum dan membiarkan Sungmin hyung melihat-lihat terlebih dahulu. “Apakah disini menjual cincin tunangan??” tanya Sungmin hyung pada pramuniaga itu. Pramuniaga itu mengangguk dan kemudian memberikan sekitar 20 macam cincin tunangan untuk di pilih. “Silahkan di pilih tuan. Ini cincin pertunangan yang terbaik.” Sahut pramuniaga itu dengan ramah. Aku pun melihat cincin-cincin yang di sodorkan oleh pramuniaga itu. Tiba-tiba mata ku tertuju pada sebuah cincin berlian cantik dengan ukiran 2 buah bintang kecil di sisi kiri dan kanannya, cantik sekali.

“Aku mau yang itu!!” teriak ku bersamaan dengan Sungmin hyung. Kami menunjuk cincin yang sama! Aku dan Sungmin hyung saling berpandangan, dan kami tertawa. “Hyung, kau saja!” kata ku mengalah. “Ya!! Jangan seperti itu Kyu~ah. Kau saja! Aku akan memilih yang lain.” Jawaban Sungmin Hyung membuat ku terkejut. Sungmin Hyung baik sekali. “Kenapa hyung juga berpikir ingin membeli cincin itu?” tanya ku keheranan. “Yeoja yang ku sayangi begitu menyukai bintang, entah kenapa aku jadi refleks memilih cincin itu. Padahal aku tidak tahu, apakah dia menyukai nya atau tidak.” Jawab Sungmin hyung. “Tapi hyung… Jika aku memiliki cincin itu, aku tidak tau kepada siapa cincin itu akan ku berikan.” Ujar ku tidak enak hati. “Hahahaa…Kyunnie~ suatu saat kau akan menemukan yeoja yang kau cari. Berikan lah cincin ini pada yeoja itu. Pasti dia sangat senang. Percayalah kyunnie…” Kata-kata sungmin hyung membuatku terkesima. “Kau benar-benar Hyung yang sangat baik. Gomawo hyung!” teriak ku seperti anak kecil. “Hahhaa…dasar Cho Kyuhyun. Kau tidak berubah sama sekali.”

Aku membeli cincin berlian dengan ukiran 2 buah bintang kecil di sisi kiri dan kanan nya, sedangkan Sungmin hyung membeli cincin berlian dengan permata shappire blue di tengah nya. Setelah keluar dari toko, Aku pamit pulang terlebih dahulu. Sedangkan Sungmin hyung ingin  pergi ke toko buku, membeli novel yang baru terbit hari ini. Sebenarnya aku ingin pergi bersama Sungmin hyung, sekalian mencari kaset game terbaru. Tapi hari sudah sore. Sebaiknya aku pulang dan mempersiapkan diriku untuk nanti malam.

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

~XXX~

 

*Yeon Hyo PoV*

 

“Na Na, mampir dulu kerumah ku. Kajja!!” aku menarik tangan Shim Na Na agar mau keluar dari mobil hijau kura-kuranya itu. Tapi dia malah sibuk berbicara dengan Jong Woon oppa di telepon gengamnya yang juga bermotif kura-kura. “Aahh~ ne oppa. Aku segera kesana!” teriaknya sambil memutuskan hubungan telepon. “Na Na, wae??” tanyaku penasaran. “Mianhae…aku mungkin tak bisa mampir. Ddangkoma masuk rumah sakit. Dia tidak mau makan.” Ratap Na Na sedih. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Jong Woon oppa dan yeoja manis ini. Dia meneteskan air mata hanya karna seekor kura-kura yang tidak mau makan =,=’

“Oohh…cepat lah kau pergi kerumah sakit. Semoga ddangko cepat sembuh.” Ujarku prihatin, walaupun terkesan aneh kalau aku berkata seperti ini pada Na Na. “Aahh~ gomawo Yeon Hyo! Kau sahabatku yang paling baik !” teriak Na Na sambil memeluk ku. “Ne…ne..” sahutku kewalahan. “Aku pergi dulu ya Yeon Hyo!” teriaknya lagi sambil melambaikan tangan. Semenit kemudian ia melesat pergi bersama mobil hijau kura-kura itu. Aku hanya tersenyum dan mulai masuk ke dalam rumah.

“Eonni !!” teriak Rin Rin saat melihatku. Dia menyambut kedatanganku sambil mengunyah snack kentang yang memenuhi rongga mulutnya yang mungil. “Kau sudah pulang??” tanya ku saat melewati sofa tempat ia duduk. “Ne, eonni. Sudah lama sekali.” Sahutnya tersenyum. “Kau tadi bawa mobil?” ujarku sambil mengambil apel dari dalam kulkas dan mulai mengigitinya. “Ne, eonni. Wae??” dia masih menguyah snack kentang itu tanpa bermaksud untuk menawariku. “Ya!! Sakit eonni !” teriak nya saat aku menjitak kepalanya. Aku tertawa evil. “Eonni, wae?? Kau aneh sekali !” tanya nya lagi sambil mengusap kepalanya. “Hahahhaa… Itu balasan karna kau tidak menungguku di kampus tadi.” Balas ku menyari alasan. “Ya!! Tidak ada hubungannya! Eonni, kau aneh. Biasanya kau tidak pernah protes padaku. Dan selama ini, kita memang tidak pernah pulang bersama.” Gerutu nya sambil masih mengusap kepalanya. “Hahahhaaa!!” aku kembali tertawa evil.

“Rin~ah! Malam ini kau jangan kemana-mana. Eonni mau pergi ke rumah Yuan eonni. Jaga rumah dengan baik. Hanya sebentar saja.” Rin Rin hanya melotot ke arah ku. “Eonni mau meninggalkan ku sendirian??” tanya nya lemas. Rin Rin sangat penakut. Dia tidak suka sendirian. “Sebentar saja~” sahut ku menenangkan nya. “Ne, sebentar lagi aku mau tidur eonni. Agar aku tidak merasa takut. Tapi eonni jangan terlalu lama. Aku tidak suka sendirian.” Jelasnya panjang lebar, membuatku terkekeh geli. “Ya!! Eonni ! Jangan menertawakan ku!” pekik nya sambil melotot ke arahku. Aku hanya tertawa. Rin Rin menjulurkan lidah nya sekilas dan mulai naik ke lantai dua rumah kami.

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

~XXX~

 

*Lee Sungmin PoV*

 

Aku mengamati cincin yang baru saja ku beli bersama Kyuhyun. Cincin ini sangat cantik. Pasti Yeon Hyo akan menyukainya. Aku belum bertemu dia seharian ini. Jadwal kuliahnya sangat padat. Saat ini aku berada di jalanan Seoul menuju rumahku. Tiba-tiba aku merasakan getaran ponsel di saku celanaku.

“Yoboseyo?? Aahh~ Oppa baru saja mau pulang chagiya. Ne, sebentar lagi oppa akan menjemputmu. Tunggu sekitar 15 menit lagi. Ani…tidak merepotkan. Ne chagiya, saranghae~” aku langsung berputar arah saat memnutuskan hubungan telepon. Yeon Hyo ingin berkunjung ke rumah baru noona ku. Yuan noona dan Siwon hyung baru saja membeli rumah baru sepulang dari bulan madu mereka di Eropa. Semoga Yuan noona segera memberiku keponakan yang lucu.

Aku menyimpan cincin berlian yang baru saja ku beli itu di dalam saku celana ku. 15 menit kemudian, seorang yeoja cantik memakai dress putih selutut dengan pita pink kecil yang manis menghiasi rambutnya, tengah duduk di samping ku sambil mendengarkan lagu yang mengalun dari i-phone nya. Dia sangat berbeda jika berpakaian seperti ini. Bukan lagi Yeon Hyo yang tomboy, tapi Yeon Hyo yang manis dan feminim.

“Hyo~ah… kenapa tiba-tiba ingin pergi mengunjungi Yuan noona?” tanya ku sambil melirik wajahnya yang polos di kaca spion mobil ku. “Ani.. Hanya ingin berkunjung saja. Aku belum pernah melihat rumah baru eonni.” Jawabnya sambil tersenyum. Aku suka senyuman nya ini. Dan entah kenapa, setiap kali melihat ia tersenyum, aku teringat pada seseorang yang ku kenal. Bukan dongsaengnya Yoon Rin Rin, tapi Cho Kyuhyun. Senyuman nya benar-benar persis Cho Kyuhyun. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

“Oppa.. wae??” tanya nya keheranan saat aku hanya bisa terdiam. Aku baru menyadari nya sekarang. Entah kenapa banyak sekali kemiripan antara Hyo~ah dan Kyuhyun. Mereka memiliki senyuman yang sama. Tidak menyukai sayuran. Mereka sama-sama pandai memainkan piano. Entah apalagi ini. Kenapa aku jadi berpikir yang tidak-tidak seperti ini.

“Oppa??” tegur nya lagi sambil sedikit mengoncangkan tubuhku. “Wae??” sahutku terkejut. “Ani… Hanya saja oppa melamun dari tadi. Bukan kah kita sudah sampai?? Tanya nya sambil membandingkan alamat rumah noona ku yang tertulis di kertas kecil ditangannya dengan rumah mewah yang ada di sisi kiri jalan. “Oohh..ne..” jawabku lemah. “Kita turun oppa. Kajja!” tangan nya menarik lengan kanan ku agar aku segera keluar dari mobil. Kami berjalan beriringan memasuki halaman rumah Yuan noona. Dia berjalan sambil menatap sekeliling, tampaknya ia menyukai design rumah baru Yuan noona.

“Kau suka??” tanya ku di sela-sela kesibukannya. “Ne oppa. Cantik sekali !” jawabnya antusias. Aku mengangguk dan berjanji dalam hati, aku akan membelikan Hyo~ah rumah model seperti ini setelah kami menikah nanti. Tangan ku menggapai pergelangan tangan Yeon Hyo. Tampak nya dia cukup terkejut. Aku jarang memegang tangannya seperti ini. Memeluknya saja belum pernah.

“Annyeong!!” sapa Yeon Hyo begitu semangat. Tampaknya dia sangat senang akan bertemu noona ku. Tak lama kemudian, noona ku membuka pintu. Yeon Hyo langsung memeluk noona ku dengan erat. Aigoo…aku tidak pernah di peluk seperti itu. Kadang aku iri pada Yuan noona, betapa mudahnya dia mendapatkan pelukan dari yeoja chingu ku =,=’

“Aahh~ Dongsaeng!!” pekik Yuan noona tak kalah heboh. Aku hanya tersenyum melihat tingkah noona ku dan Yeon Hyo. Seperti tidak bertemu selama bertahun-tahun saja. Padahal baru saja mereka bertemu saat makan malam bersama Siwon hyung itu. “Ya!! Sungminie..jangan memasang wajah seperti itu!” pekik noona ku. Aku terkekeh. “Hyo~ah cepat masuk!!” Yuan noona mengandeng lengan yeoja chingu ku. “Noona, Kau sangat kejam terhadap kembaran mu sendiri. Hanya Hyo~ah yang kau ajak masuk. Sedangkan aku tidak~” kata ku sambil menggeleng. Yeon Hyo tertawa, Yuan noona juga ikut tertawa bersama yeoja chingu ku itu. “Hahhaa…dia memang pangeran aegyo~ Disaat seperti ini pun, wajahnya sangat cute!” pekik Yeon Hyo yang membuatku tertunduk malu. Yuan noona tidak bisa menghentikan tawanya. Aaiishh! Aku benar-benar di tertawakan.

“Hahhaa…ayo masuk Sungmin~ah!” tawar Yuan noona sambil melirik evil ke arahku. Heeii !! Apa yang noona rencanakan terhadapku! Aku punya firasat yang buruk. “Mana Siwon oppa??” tanya Yeon Hyo sambil melihat foto bulan madu Choi Shi Yuan noona dan Choi Siwon hyung saat berada di Eropa. “Dia belum pulang.” Sahut Yuan noona sambil menghidangkan puding cokelat di hadapan aku dan Yeon Hyo.

“Hhmmm….eonni, gaun pernikahan mu cantik sekali. Sesuai dengan wajahmu yang cantik” gumam Yeon Hyo. “Mwoo?? Benarkah? Hahhaa…Siwon oppa yang memilihnya untuk ku. Dan setelah di coba, ternyata sangat cocok. Kau mau coba Hyo~ah??” jawaban Yuan noona membuatku kaget. “Aigoo! Pasti jelek di tubuhku eonni…” Yeon Hyo tampak malu. “Aahh~ Ani…pasti sangat cocok! Ikut eonni ke kamar. Kajja!!” Sahut noona ku sambil mengajak Yeon Hyo naik ke lantai dua.

15 menit kemudian…. Aku melihat seorang yeoja yang hampir saja tidak ku kenali. “Hyo~ah…kau cantik sekali..” desis ku kagum saat melihat yeoja itu memakai gaun pengantin putih yang sangat panjang. Wajahnya yang polos di olesi dengan make up minimalis. Rambutnya yang tergerai panjang, kini di satukan dengan tiara yang menyilaukan mataku. Yeoja ini tampak cantik sekali. Aku terkesima, dan berjalan tanpa sadar ke arahnya. Dia benar-benar persis seorang putri. Tangan ku merogoh saku celanaku. Dan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berlian dengan permata shappire blue di tengahnya. “Hyo~ah… Mau kah kau bertunangan denganku??”

 

*Lee Sungmin PoV END*

 

-To Be Continued-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s