“Ya!! Namja Babo!” *PART 4*

 

“Hyo~ah! Apakah kau tau, aku mencari mu selama ini. Aku lelah mencarimu. Tapi tanpa ku sadari, ternyata kau memang berada di sekitarku. Saranghae~” kata-kata nya begitu romantis saat memeluk ku. Aku hanya tertegun. Dan menyadari kalau dia memanggil ku ‘Hyo~ah’ bukan ‘Rin~ah’. “Nama ku Rin Rin.” Jawab ku terbata-bata. “Mianhae, saranghae~ Rin~ah!” aku tersenyum bahagia. Ini benar-benar kejutan untuk ku. “Cho Kyuhyun saranghae~” balasku mantap.

 

*Rin Rin PoV END*

 

 

*Yeon Hyo PoV*

Aku melirik ke arah jam dinding berwarna pink di sudut kamarku. Sudah jam 11 malam. Tapi Rin~ah belum pulang juga. Aaiish! Kemana dongsaeng ku yang usil itu! Tidak biasanya dia begini. Dongsaeng ku itu biasanya pulang sebelum jam 7 malam, dan dia tidur jam 9 malam. Kenapa sudah jam segini Rin~ah belum pulang juga??

Aku mengambil ponsel ku dan segera menekan tombol dengan cepat. Nomor ponsel Rin~ah. Sudah berulang kali nya aku mencoba menghubungi ponsel dongsaeng kesayanganku. Tapi tetap saja yang terdengar hanya nada sibuk. “Ponselnya dimatikan…” desis ku di sela-sela keheningan. “Rin~ah…kau dimana saeng….” aku bicara sendiri. Dan mulai putus asa. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Rin~ah tidak pernah pulang selarut ini. Tanpa sadar, bulir-bulir air mata ku jatuh. Aku takut sekali. Tak ada siapapun dirumah ini. Hanya ada satpam yang berjaga di depan.

“Yoboseyo? Oppa…aku takut. Ani, hanya saja Rin~ah belum pulang. Tidak oppa, dia tidak pulang bersama supir eomma. Ponselnya dimatikan. Aku mencemaskannya. Mianhae oppa, merepotkanmu..” aku memutuskan sambungan telepon. Sungmin oppa berjanji akan membawa pulang Rin~ah. Dia sedang mencarinya sekarang. Aku harap semua akan baik-baik saja.

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

~XXX~

 

*Cho Kyuhyun PoV*

 

“Ya!! Berhenti !” pekik ku sambil mengejar yeoja cantik itu. “Hahahaa…oppa! Tangkap aku!!” teriaknya bersamaan dengan gemuruh ombak yang begitu menderu di sisi kanan nya. “Rin~ah! Ayo berhenti !” teriak ku lagi. “Oppa payah!! Cho Kyuhyun kau payah sekali !!” sahutnya dari kejauhan. Yeoja itu terus berlari sambil menjulurkan lidahnya padaku. “Aaiish! Awas kau Rin~ah!” balas ku sambil mempercepat lari ku. Yeoja itu ketakutan karna jarak ku dengannya semakin dekat.

“Hiyaaaaaa!!” pekik nya histeris saat ku berhasil menangkap pergelangan tangan nya. “hahahhaaa!! Kau tertangkap!” teriak ku senang. Dia hanya tertawa melihat tingkahku. “Wae??” aku mulai mencibirnya saat yeoja itu tidak berhenti tertawa. “Ani…Hanya saja kau lucu sekali oppa.” Dia tertawa sekeras mungkin. “Ya!! Hentikan!” teriak ku padanya. “Hahahhahaa!!” dia tertawa lebih keras dari sebelumnya. “Ayo pulang Rin~ah! Hari sudah malam!” aku mengalihkan topik pembicaraan.  “Hahahhaa!” dia hanya tertawa. “Rin~ah sekarang sudah jam 11 malam.” Perkataan ku barusan menghentikan tawa nya yang begitu lepas. “Mwoo?? Benarkah oppa?” tanya nya sambil berusaha merogoh ponsel yang sedari tadi berada di dalam tas. “Hiyaaa!! Banyak sekali mailbox dari eonni !” teriaknya histeris. Aku hanya tertawa. “Ya!! Oppa! Ini gara-gara kau!” reaksi nya seperti menyalahkan ku. “Hahhaa..bukan kah kau sendiri yang ingin pergi ke pantai Rin~ah??” sahut ku penuh kemenangan. “Aaiish! Kita harus segera pulang oppa. Eonni pasti mencemaskan ku! Kajja!” Dia menarik pergelangan tanganku menuju mobil mercedes hitam ku yang masih rusak di bagian belakangnya gara-gara yeoja babo itu.

“Oppa..lebih cepat lagi !” Teriak nya di dalam mobil saat melihatku menyetir. “Hahaha!” aku hanya tertawa melihat wajah babo nya itu. Terlihat sangat cemas dan kebingungan. “Ya!! Jangan tertawa!” teriaknya lagi. “Hahhaa..Rin~ah. Makanan favorit mu apa?” tanya ku mengalihkan pembicaraan. “Hhmm…Kimchi !!” jawabnya antusias. “Aaiish! Itu sangat tidak enak!” sahutku sambil membayangkan Kimchi yang tidak enak itu. “Wajar saja tubuh mu kelihatan tak bergizi oppa! Kekkekee~” dia terkikik geli. Aku hanya meliriknya sadis. “Oppa tidak suka sayuran?” tanya nya menyudutkan ku. “Ne, sangat tidak suka!!” sahut ku mengagetkannya. “Mwoo?? Oppa mirip eonni ku. Eonni tidak suka sayuran!” sahut nya sambil tertawa. “Eonni mu?? Ya!! Jangan samakan aku dengan yeoja babo itu!!” teriak ku. “Ya!! Jangan bilang eonni itu yeoja babo! Dia sangat pintar!” ternyata  dia lebih membela si yeoja babo itu dibandingkan ku. Aaiish!!

“Rin~ah, dia itu yeoja babo! Eonni mu itu yang menabrak mobil ku!” aku berusaha menyakinkan Rin~ah kalau eonni nya itu perlu ke psikolog atau kalau perlu ke rumah sakit jiwa agar Rin~ah selamat dari kontaminasi si yeoja babo. “Mwoo?? Eonni menabrak mobil oppa? Apakah oppa memanggil eonni dengan sebutan ‘yeoja babo’ di hadapan eonni sendiri??” tanya nya keheranan. “Ne..” jawabku sambil mengangguk. “Hahahhahaa! Pasti eonni sangat membenci oppa!” jawabnya cepat. Aku terdiam. Benarkah Yeon Hyo membenci ku? Andwae! Aku tak mau di benci olehnya. Heii ! Apa yang sebenarnya ku pikirkan. Seharusnya bagus kalau yeoja babo itu membenciku.

“Rin~ah, jangan bilang sama eonni mu kalau kau pergi dengan ku malam ini. Dia pasti akan mencincang tubuhku kalau dia tau. Dan jangan sampai dia tau kalau kau mengenalku” Kata ku mencari alasan. “Wae??” tanya nya ingin tau. “Ani…hanya saja, bila eonni mu tahu. Dia pasti tidak akan suka bila kau berada di dekatku Rin~ah”  jawabku menyakinkannya. “Oohh…ne oppa!” sahutnya antusias. Aaiish! Kenapa aku tega menyembunyikan hubungan ku dengan Rin~ah di depan Yeon Hyo? Pikiran ku sangat kacau. Aku tau kalau Rin~ah lah yang menjadi cinta pertama ku dulu, hanya karna kalung itu dan sifatnya yang sama dengan yeoja yang sangat ku sayangi dulu, dan dia bukan Yeon Hyo. Tapi kenapa aku malah sangat merindukannya. Aku sangat merindukan teriakan yeoja babo itu di telingaku. Sebenarnya apa yang sedang terjadi….

 

*Cho Kyuhyun PoV END*

 

~XXX~

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Aku berjalan mondar-mandir di dalam kamar ku yang penuh dengan nuansa pink. Sesekali aku melirik cemas ke arah jam dinding yang terletak di sudut kamarku. “Kenapa belum pulang juga…..” ujarku sendirian.

“Eonni !!” itu suara yang sangat ku kenal. Aku menoleh ke arah pintu kamarku. Ku dapati dongsaeng ku dengan wajah yang kelihatan lelah dan celana jeans panjangnya juga tampak begitu basah. “Rin~ah!!” aku berlari memeluk nya. “Kau kemana saeng? Kau tidak apa-apa??” tanya ku tergesa-gesa. “Gwenchana, wae eonni?” sahutnya masih dalam pelukanku. “Ani…hanya mencemaskan mu…” aku tak sanggup melanjutkan kata-kata ku. “Eonni…mianhae, telah membuatmu cemas. Aku hanya kerumah teman ku tadi.” Jawab Rin~ah terbata-bata. Aku tau dia berbohong. Rin~ah memang tidak pandai berbohong. Dengan mudah aku menebak dia kemana. Dia pasti ke pantai. Rin~ah sangat suka pantai. Tapi kenapa dia harus berbohong pada eonni nya sendiri.

“Sekarang mandi dan tidurlah…” kata ku sambil melepaskan pelukan yang sedari tadi membungkus tubuhnya. “Ne eonni.. mianhae merepotkan mu” jawabnya menunduk. Aku menghela nafas berat. Rin~ah segera berjalan meninggalkan kamar ku menuju kamar dengan nuansa shappire blue milik nya yang terletak di samping kanan kamar ku dan agak menjorok ke belakang. Jendela kamar Rin~ah menghadap kolam renang di belakang rumah kami. Sedangkan kamarku terletak di bagian depan. Jendela kamar ku menghadap halaman depan rumah. Hingga sepintas terlihat oleh ku sebuah mobil, entah mobil apa itu. Yang jelas warna mobil itu hitam, terlihat meninggalkan halaman rumahku.

“Yoboseyo?? Aahh~ gomawo oppa. Rin~ah sudah pulang. Wae?? Bukan oppa yang mengantarnya?? Ani…tadi ada mobil hitam yang mengantar Rin~ah. Aku pikir itu Oppa. Mianhae merepotkan mu. Ani..aku belum tidur. Ne, oppa. Saranghae~” aku memutuskan hubungan telepon dengan Sungmin oppa. Kalau bukan Sungmin oppa, jadi siapa yang mengantar Rin  ~ah barusan??

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

 

*Rin Rin PoV*

 

Apa yang terjadi pada eonni? Raut wajahnya begitu sedih. Aku telah membuatnya cemas hari ini. Aku melepaskan sepatu shappire blue ku yang basah. Dan merebahkan diri ke tempat tidurku yang empuk. Tangan ku mengapai sesuatu di laci meja belajarku, tepat di samping tempat tidur blue shappire ku. Sebuah diary berwarna serupa berada di dalam laci itu. Aku membuka halaman demi halaman diary yang warna nya sudah mulai kusam. Aku selalu menulis diary sebelum tidur. Dan sebagian besar diary itu berisi tentang kekaguman ku terhadap namja tampan bernama Cho Kyuhyun. Tangan kanan ku mulai bergerak menulisi halaman tengah diary ini….

 

Eonni, mianhae.. Aku telah berbohong padamu tadi. Hanya saja, aku tidak mau kau mengetahui hubunganku dengan Cho Kyuhyun. Aku tau kau tidak suka akan kehadirannya. Eonni, aku benar-benar mencintainya. Dan dia telah menyatakan cintanya padaku. Aku sangat bahagia eonni. Eonni, aku harus membuat mu menyukai Cho Kyuhyun. Agar kau dapat merestui hubungan ku dengan nya.

@July, 2011. ~Yoon Rin Rin~

 

*Rin Rin PoV END*

 

~XXX~

 

*Yeon Hyo PoV*

 

Hari ini sangat melelahkan. Seharian aku berada di Kyunghee University. Berkutat dengan buku-buku tebal tentang obstetri dan anatomi khas fakultas kedokteran. Membuat pikiranku sedemikian suntuk. Dan parahnya aku sama sekali tidak melihat Sungmin oppa hari ini. Aahh~ aku rindu senyuman aegyo nya itu. Baru saja aku menelponnya, memberitahu kalau aku mau pulang sebentar lagi. Ternyata sekarang dia ada jadwal kuliah dan tidak bisa mengantarku pulang.

“Yeon Hyo!!” teriak seorang yeoja dari dalam mobil hijau muda yang melintas di depan ku. Aku tersenyum. “Mau pulang? Ayo ikut aku saja. Kajja!” teriak nya lagi. Aku cepat-cepat memasuki mobil merah itu. Dan terdapat berbagai benda aneh disana. Boneka kura-kura, bahkan makanan kura-kura pun ada! Omoo..yeoja ini…

“Kau tidak bawa mobil mu?” tanya nya membuatku berhenti mengamati setiap sudut mobil dengan warna dominan hijau ini. Khas kura-kura, bahkan ada foto kura-kura tertempel di kaca spion. Benar-benar aneh =,=’

“Ya!! Yeon Hyo!” kata nya membuatku kaget. “Hehhee..mianhae, tadi aku melamun. Tadi pagi aku di antar supir eomma.” Sahutku malu karna tertangkap basah saat mengamati foto kura-kura yang tertempel di kaca spion itu. “ddangkoma??” tanya ku sambil menunjuk foto kura-kura itu. “Ne, manis sekali kan?” Aigoo! Kura-kura seperti ini dari sudut mana nya kelihatan manis?? Seperti nya Na Na sudah ketularan Jong Woon oppa. Aku hanya mengangguk, berusaha menyenangkan nya. Shim Na Na tertawa renyah.

“Yoboseyo?? Yuan eonni ! Hahhaa..Ne, nanti malam aku kerumah mu eonni. Ani…Sungmin oppa sedang ada mata kuliah. Aku pulang bersama sahabatku. Ne, eonni. Sampai ketemu nanti malam.” Aku memutuskan sambungan telepon ku dengan Choi Shi Yuan eonni. Na Na tampak berkonsentrasi dengan jalan yang ada di hadapannya.

“Kapan pernikahanmu?” tanya ku memecah keheningan. “Minggu depan…hehhee” Na Na tersipu malu. Aku tersenyum melihatnya. Sepertinya dia bahagia sekali saat tahu Jong Woon oppa merencanakan pernikahan mereka minggu depan. “Jong Woon oppa lelaki yang baik…” kata ku yang membuat nya semakin tampak bahagia. “Dia sempurna… Aku selalu ingat Lagu terbarunya Super Junior-M – Perfection, saat melihat wajahnya..” sahut Na Na dengan senyum yang semakin lebar.

“Yeon Hyo…kau jadi kan menemani sepupu nya Jong Woon oppa saat menghadiri pesta pernikahan ku nanti?” tanya Na Na yang membuatku kaget. “Menemani Cho Kyuhyun maksudmu??” tanya ku lagi. “Ne, menemani Cho Kyuhyun.. gomawo sebelumnya Hyo~ah. Dia itu namja yang keras kepala. Tapi dia selalu menuruti kehendak Jong Woon oppa.  Itu sebabnya dia tidak terlalu protes dalam hal ini.” Jawab Na Na panjang lebar. “Oohh…Ne, ini demi kau Na Na..” sahutku. Omoo…pergi ke pesta pernikahan sahabatku Shim Na Na dengan Jong Woon oppa bersama si namja babo Cho Kyuhyun?? ANDWAEE !!!

 

*Yeon Hyo PoV END*

 

-To Be Continued-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s