WARNING : Romance mulai lagi. Perebutan tokoh utama! (re : Jong Woon, lol)

Ada tiga battle di scene ini, Yesung & Nana, Leeteuk, terakhir Ryeowook. Jujur, saya paling suka yang punya Wook…kekeke

karena banyak penambahan karakter, kalian fokus aja sama jalan ceritanya… ^^

 

Main Cast :

>> Yesung Super Junior

>> Kim Sky Kyu as Shim Na Na

>> Ryeowook Super Junior

>> Shim Rinrin as Nana’s sister

>> Leeteuk Super Junior

>> Kyuhyun Super Junior

>> Sungmin Super Junior

>> Heechul Super Junior

>> Park Chansoo (Rinrin’s friends)

  

Antagonis :

>>Hyuga Putra Mio as Kim Hyuk Key (Leeteuk’s Rival) 

>>Nurul Mega as Lin Lau (Rinrin’s Rival) 

>>Jewel’a Laviezta as Joe Shin (Yesung and Nana’s Rival)

>>Niken Refanthira as Nicole Shin (Yesung and Nana’s Rival)

>>Suci Nur Fatihah as Erza Hawke (Ryeowook’s Rival) 

 

Credit Pict : by Thennia Elyciabeth and imageshack

 

Disclaimer : Super Junior belong to them and just for ELF, but this story is mine😀

Black Organitation just on Detective Conan anime © Gosho Aoyama sensei XD  but Black Organization Return is my imagination😀

Vampire Knight © Hino Matsuri

 

Genre : Battle, Romance (?), Humor, Fantasy, Friendship

 

Link FF part sebelumnya :

PART 1

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150243311739909″>Ddangkoma Way For Love Part 1</a>

PART 2

<a href=”http://www.facebook.com/profile.php?id=1601025686#!/note.php?note_id=10150244136549909″>Ddangkoma Way For Love Part 2</a>

PART 3

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150250428614909″>Ddangkoma Way For Love Part 3</a>

Part 4

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150251282344909″>Ddangkoma Way For Love Part 4</a>

Part 5

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150256835449909″>Ddangkoma Way For Love Part 5</a> 

 

SIDE STORY

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150257037204909″>SIDE STORY : WE ARE! SUPER JUNIOR!</a>

 

PART 6

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150260540599909″>Ddangkoma Way For Love Part 6</a> 

 

PART 7

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150262258244909″>Ddangkoma Way For Love Part 7</a> 

 Part 8

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150272992324909″>Ddangkoma Way For Love Part 8</a>

====================================================================

Yesung & Nana VS Joe & Nicole

 

Meskipun Yesung sebenarnya hanya mempunyai kemampuan bela diri pas-pasan *digampar clouds*. Ia ternyata dapat menghindari maupun menangkis serangan bertubi-tubi dari kedua yeoja itu dengan lincah. Entah darimana kegesitan itu ia dapat, yang jelas ia dapat bergerak dengan cepat karena perasaannya tidak karuan. Antara melindungi Ddangkoma, dan juga tidak ingin membiarkan Nana terluka.

Di sisi lain, Nana yang menyaksikan pertempuran itu merasa harus membantu. Ia lumayan menguasai karate, walaupun tidak sepandai kakaknya yang dulu bahkan pernah mendapat gelar juara karate, bersama dengan sahabat kakaknya, yang biasa dipanggilnya Chansoo eonni. Mereka berdua adalah legenda di sekolah pada masa SMA dulu, Nana sangat mengingat hal itu. Namun, jika ia ikut terjun ke dalam pertempuran ini, lalu siapakah yang akan melindungi Ddangkoma yang sebenarnya merupakan obyek utama incaran penjahat ini? Nana berada pada pilihan yang sulit.

Yesung terus menghindar dan menangkis. Ia tahu, ia kalah dalam jumlah dan mungkin kalah dalam teknik bertarung juga, tetapi Yesung tahu, ia dapat menganalisis pergerakan mereka. Mereka berdua terlihat seperti saudara kembar, pikir Yesung. Wajah mereka lumayan mirip. Hanya saja yeoja yang satu lebih terlihat dewasa, sedangkan yang satu lagi terlihat lebih muda dari yang satunya. Yesung yakin, mereka memang bersaudara. Saudara? Kemudian pikiran Yesung melayang, ia ingat adiknya, Kim Jong Jin.

 

_FLASHBACK_

“Hyung, kau sedang apa?” Tanya Jong Jin yang melihat Yesung duduk anteng di kursi santai.

Yesung melirik sebentar ke arah adiknya itu. “Oh kau? Aku sedang mengelus Ddangkoma.  Wae?” Tanya Yesung fokus lagi pada pekerjaan utamanya.

“Ya! Hyung! Kau tak bosankah mengurus kura-kura itu?” Tanya Jong Jin.

Yesung langsung menatap tajam ke arah adiknya. “Aku tak akan pernah bosan, bahkan aku berharap supaya Ddangkoma bisa terus hidup dan menghadiri pemakamanku nanti,” tandas Yesung tajam, kembali lagi pada pekerjaannya.

Jongjin ternganga. Ternyata memang benar ya, kakaknya sangat menyayangi kura-kura itu, bahkan mungkin melebihi kasih sayangnya pada dirinya? pikir Jongjin dalam hati. Ia merasa sedikit cemburu pada kura-kura itu.

Mereka terdiam lama. Tapi Jongjin membuka mulut lagi. “Hyung, kau tau tidak karakter anime di Vampire Knight?”

Yesung menyipitkan matanya yang memang sipit itu. Ia masih belum mengerti arah pembicaraan adiknya, tetapi tetap didengarkannya juga. “Disana ada dua bersaudara kembar yang hidup terpisah, namanya Zero dan Ichiru,” lanjut Jongjin.

“Zero itu punya segalanya. Ia pandai, membanggakan keluarga, disayang oleh gurunya, dan ia terkenal. Seperti kau hyung,” ujar Jong Jin pada Yesung sambil terkekeh.

“Sedangkan Ichiru hanya adik kembarnya yang tidak bisa apa-apa, ia hanya bergantung pada kakaknya. Ia seolah berada di balik bayang-bayang kakaknya itu. Yah, mungkin seperti aku,” ujarnya miris.

Yesung segera menatap adiknya. “Lanjutkan..” ujar Yesung kini fokus pada cerita adiknya.

“Mereka terpisah, dan saat bertemu lagi mereka ada di dua kubu yang berbeda.” Jongjin sengaja berhenti sejenak untuk membuat Yesung penasaran. “Lalu?” Tanya namja kura-kura itu benar-benar tertarik.

“Tentu saja mereka akhirnya terlibat dalam pertempuran! Dan salah satu dari mereka mati…” jelas Jongjin sambil menurunkan nada suaranya.

“Mati? Kenapa?” Tanya Yesung.

“Kadang takdir hidup itu kejam hyung. Nah, Ichiru lah yang mati, tapi dia sempat menyerahkan darahnya untuk Zero karena ia sadar kalau ia salah, ia hanya iri dengan segala apa yang kakaknya miliki dan ia menganggap bahwa dengan memberikan darahnya, ia akan bisa bersama kakaknya selamanya,” lanjut Jongjin. “Setelah kejadian itu Zero merasa sangat menyesal tetapi ia bertahan demi adiknya.” Jongjin mengakhiri cerita tragisnya.

Yesung kemudian tersenyum kecil. “Aku tahu maksudmu Jongjin,” ujarnya kemudian menatap adiknya yang sebenarnya sangat disayanginya itu, namun mungkin Jongjin tidak menyadarinya. Jongjin menatap balik hyungnya agak bingung.

“Aku menyayangimu, sangat menyayangimu! Tapi…” Yesung sengaja memotong ucapannya.

“Tapi apa hyung?” tanyanya tak sabar.

 

“Tapi aku juga menyayangi Ddangkoma seperti aku menyayangimu,” tandas namja kura-kura itu sambil terkekeh. Jongjin langsung meninju pelan bahu hyungnya. Yah, setidaknya Yesung bilang ia sayang padanya.

Tepat saat kedua kakak beradik itu hendak bergulat, tiba-tiba terdengar teriakan eomma mereka. “Jongjin, bantu eomma menyiapkan piring!”

Keduanya kemudian berhenti. “Kok aku lagi sih?” Jongjin manyun.

“Cepat sana bantu eomma.. Hush..hush..” Usir Yesung membuat Jongjin manyun. Yesung kemudian menjitak pelan kepala adik tercintanya itu sambil tersenyum. Jongjin kemudian balas tersenyum dan berlari cepat ke arah dapur.

“Aku tahu, suatu saat kau bisa melebihiku Jongjin. Dan saat itu terjadi, aku tak akan membiarkan seorangpun melukaimu karena aku akan selalu menjagamu dan tidak akan meninggalkanmu. Ya kan Ddangkoma?” ujar Yesung pada kura-kuranya yang hanya disambut dengan kedipan.

Yah, mungkin kalau salah satu di antara mereka tak ada, maka salah satunya kalau tidak menjadi lemah maka ia akan menjadi kuat, kuat demi saudaranya sendiri atau lemah karena kehilangan saudaranya sendiri. Itulah arti dari ikatan persaudaraan.

_FLASHBACK END_

 

Yesung tersadar dari lamunannya akibat teriakan dari salah satu yeoja itu.

“Hey, kau melamun ya!” ujar yang lebih dewasa, namanya Joe.

“Iya, kalau kau seperti itu tak akan bisa mengalahkan kami!” tandas Nicole.

Namja itu kemudian tersenyum evil. Kini ia tahu apa kelemahan dua orang yeoja itu. Yesung menatap Nana yang masih setia memeluk erat Ddangkoma. Ia kemudian berbalik lagi menatap dua orang musuhnya. Sesuatu yang bagus terlintas dalam pikirannya.

“Ya! Bisakah beri aku kesempatan untuk bicara dengan yeojaku?” tanya Yesung pada kedua orang itu. Kedua yeoja itu terperanjat. Apa maksud Yesung dengan mengatakan ‘yeojaku’ tadi? Dan entah mengapa saat Yesung mengatakan hal itu, Joe dan Nicole merasa namja yang menjadi lawannya kali ini terlihat keren?

“Ne, silahkan. Tapi cepatlah,” balas Nicole mengijinkan.

Sekali lagi Yesung tersenyum. “Gomapta,” jawabnya sambil mengerling pada keduanya. Hal ini membuat kedua yeoja itu semakin terpesona.

“Aaahhh… Ada apa dengan jantungku ini,” desah Joe masih terjerat oleh pesona Kim Jong Woon.

“Ya! Sist.. Kau kenapa?” tanya Nicole saat melihat ekspresi Joe yang mendadak aneh itu. Matanya terus saja menatap Kim Jong Woon.

“Hello sist!!” Nicole segera mengibas-kibaskan tangannya di depan mata orang yang memang adalah kakaknya itu.

Seketika Joe langsung tersadar. “Ah.. iya.. Ada apa Nicole?” tanya Joe linglung.

“Astaga! Apa yang terjadi padamu sist? Jangan bilang kalau kau tertarik pada namja itu?” tuduh Nicole curiga, ia dapat membaca pikiran kakak perempuannya. ==

“Ehm..” Joe tampak salah tingkah. “Ya.. Dia, sungguh mempesona. Aigoo!” bisik Joe pada Nicole. “Siapa sih dia? Apa dia namjachingunya Nana?” tanyanya lanjut seperti patah hati saat melontarkan kata itu.

Nicole menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sebenarnya telah menyadari kalau namja itu adalah Yesung Super Junior, pemilik asli Ddangkoma. Tetapi Nicole tidak tahu, ada hubungan apa antara Yesung dengan Nana, yang sebenarnya dulu adalah sahabatnya sendiri —sebelum otak mereka dicuci oleh Black Organisation Return—.

Beberapa hari yang lalu, sebelum melaksanakan misi, pemimpin mereka menjelaskan mengenai hal itu. Bahkan mengenai namja-namja tampan personil Super Junior juga, tetapi saat itu kakaknya tidak ada di tempat sehingga tidak mengetahui tentang informasi ini. Kakaknya hanya tahu bahwa mereka akan menjalani misi untuk mengambil kura-kura tambang mutiara itu dari tangan Nana yang merupakan anak dari bangsawan Shim Tae Woo, raja bisnis di Korea.

“Dia Yesung Super Junior sist. Aku tak tahu ada hubungan apa antara mereka berdua, tapi kelihatannya mereka sangat akrab,” jelas Nicole kemudian. Darah Joe langsung mendidih. Ia sepertinya cemburu pada kedekatan dua orang itu. Entah Nana dan Yesung itu pacaran atau tidak, tiba-tiba misi Joe berubah, ia ingin merebut Kim Jong Woon dan menjadikannya namjachingu!

Yesung yang sedang dibicarakan itu tidak memperhatikan, karena ia fokus pada Nana.

“Nana, aku mau tanya sesuatu,” ujarnya sedikit berbisik.

“Ya? Ada apa oppa?” tanya Nana. Ia tidak tahu, bagaimana bisa Yesung bernegosiasi dengan Joe dan Nicole untuk memberinya keringanan waktu dalam pertempuran ini? Selain itu tadi Nana sempat melihat mereka, terutama Joe, tampak terpesona dan selalu melirik pada Yesung. Nana kini mulai cemburu.

“Ya! Jangan melamun! Aku sedang bertanya padamu?!” ujar Yesung dongkol karena sepertinya tadi Nana tidak mendengarkan apa yang dia tanyakan karena ia terus mengawasi Joe yang selalu mencuri pandang ke arah Yesung.

“Ne, oppa. Ada apa?” ketus Nana. Entah kenapa Nana tiba-tiba menjadi kesal.

“Eh? Kau kenapa jadi ketus seperti itu?” Yesung jadi bingung.

“Ada apa? Cepat katakan?” todong Nana. Ia tampaknya sudah semakin kesal karena Joe terang-terangan menatap ke arah Yesung. Yesung segera melihat ke belakang dimana Nana memfokuskan pandangan. ‘Aish, apa yeoja itu terpesona padaku ya?’ tanya Yesung narsis dalam hati.

Yesung tersenyum kecil sejenak ke arah Nana dan bertanya lagi. “Nana, kau tahu. Siapakah dua yeoja itu? Apa mereka kakak beradik?” tanya Yesung mencoba memastikan.

Nana yang mendapat pertanyaan seperti itu salah tanggap. “Ya! Apa maksud oppa dengan menanyakan itu?! Apa oppa suka pada mereka!?” tanya Nana dengan pandangan tajam. “Kalau memang seperti itu sebaiknya aku saja yang maju, oppa disini saja menjaga Ddangkoma! Kalau aku kalah terserah oppa mau apa!” ujar Nana sambil menyerahkan Ddangkoma pada Yesung dan maju ke depan. Ia terbakar api cemburu.

“Ya! Ya! Kau kenapa?!” Yesung tampak shock dan tak mengerti dengan perilaku Nana itu. Nana segera mendorong Yesung ke belakang, karena tidak siap maka Yesung jatuh terduduk, untung ia memeluk Ddangkoma, jadi kura-kura kesayangannya itu tidak apa-apa.

“Hey Joe! Kau beraninya mencuri pandang pada Yeppaku!” sentak Nana yang memang sangat sensitif kalau ada yeoja yang melirik Yesung.

Joe dan Nicole yang tadi masih sempat ngobrol kini tersentak melihat Nana yang maju. Yesung hanya bisa melihat mereka dengan pandangan tidak percaya, apalagi setelah mendegar kalimat yang diucapkan Nana. Ia jadi merasa dadanya bergejolak tak karuan.

Joe yang merasa di tantang itu langsung maju menyambut undangan Nana. “Ya! Aku memang menyukainya, tapi aku tak peduli ada hubungan apa diantara kalian. Aku akan merebutnya darimu!” tegas Joe. Mata Nicole membulat saat mengetahui tujuan kakaknya berubah. Kalau seperti ini misi mereka bisa hancur.

“Oh tidak bisa! Yesung itu milikku! Yeppa milikku!” sentak Nana penuh emosi.

“Oleh karenanya aku bilang akan merebutnya darimu!” balas Joe sengit.

“Hey! Apa yang kalian ributkan!?” sela Yesung masih tak mengerti

“DIAM!” sentak Nana dan Joe bersamaan. Yesung langsung cemberut, tetapi hatinya cukup tak karuan setelah mendengar pengakuan Nana tadi. ‘Yesung itu milikku! Yeppa milikku!’ Kata-kata itu terus terngiang di dalam benaknya. “Argh!” Namja itu mengacak-acak rambutnya yang memang sudah acak-acakan karena bingung.

“Oke, sebaiknya kita mulai sekarang!” ujar Nana pada Joe dengan senyum sinis sambil mengikat rambut panjangnya agar tidak menganggu selama pertempuran.

“Baiklah,” balas Joe sambil membenarkan sarung tangannya, senyumnya juga tak kalah sinis.

“Hiyaaaa!!” teriak keduanya bersamaan yang menandakan pertempuran dimulai.

“Ya! Jangan berkelahi!” Yesung semakin bingung menghadapinya. Sedangkan Nicole ternganga di tempat, ini akan sulit dihentikan.

Mereka kenapa? Pertanyaan itu masih terngiang dalam benak Yesung. Rencananya untuk mengalahkan dua yeoja tadi jadi gagal karena tindakan Nana yang tiba-tiba. Sebenarnya Yesung telah menemukan titik lemah keduanya, yaitu ia harus mengalahkan keduanya secara bersamaan. Ia telah menyiapkan sebuah teknik rahasia yang ia ciptakan dulu saat bermain perang-perangan (?) kala ia masih kecil, dan ia jamin, teknik itu ampuh digunakan untuk menjatuhkan musuh. Yesung pusing sendiri setelah melihat kedua yeoja itu malah bertempur. Tetapi matanya tak sengaja menangkap sosok yang mendekat itu? Sungmin?

~XXX~

 

Leeteuk VS Jason Hyukey

 

“Ahjussi! Apa yang kau lakukan! Kenapa cuma menghindari pukulanku saja!” tandas Jason.

Leeteuk mengangkat sedikit bibirnya tanda tersenyum. Leeteuk memang sedari tadi hanya menghindar, tetapi ia juga sedang mengatur siasat untuk mencari celah kelemahan anak muda ini. Tapi sayang, Jason terlalu gesit baginya yang umurnya sudah tidak bisa dibilang produktif lagi. *plak*

Hhh… Leeteuk menghela nafas sejenak dan ia memejamkan mata sejenak. Ia mulai mencari bayangan masa lalu. Saat ia bersama Kangin. Ya, saat itu Kangin sempat mengajarinya sesuatu. Bela diri. Merpati Putih.

 

 

_FLASHBACK_

“Kangin-ah, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Leeteuk. Ia melihat Kangin sedang berdiri di depan tumpukan batu bata yang disangga diantara dua tiang pendek.

“Aku sedang konsentrasi hyung. Jangan ganggu,” ujar Kangin pada Leeteuk. Leeteuk mendesah sejenak. Ia kemudian diam saja sambil berjongkok mengamati apa yang sedang Kangin lakukan waktu itu.

Kangin lama terdiam, tetapi namja itu kelihatannya sedang memusatkan pikiran pada, tangannya? Dalam hitungan detik Kangin segera mengayunkan tangannya tinggi-tinggi ke udara lalu ia seperti hendak menebas batu bata itu dan itu dilakukannya. Leeteuk terlihat panik melihat apa yang akan Kangin lakukan, ia takut kalau tangan Kangin terluka, tapi ia juga ingin tahu hasilnya bagaimana.

Kemudian….

KRAKK KREKKK BRUKK

Batu bata itu terbelah menjadi dua dan sebagian ada yang mejadi serpihan-serpihan kecil. Leeteuk terbelalak menatap apa yang baru saja Kangin lakukan. Kangin pun kelihatannya juga tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan. Setelah benar-benar yakin ia lalu berteriak senang. “Hyungggg!! Aku berhasil!” Ia berlari memeluk Leeteuk kesenangan seperti baru mendapat undian. Leeteuk pun ikut senang.

“Bagaimana kau bisa melakukannya?” tanya Leeteuk penasaran kemudian mengamati pecahan batu bata itu takjub.

“Yah, sebenarnya ini butuh waktu lama untuk bisa hyung. Kau harus memusatkan seluruh tenaga dan pikiranmu itu pada telapak tanganmu,” jelas Kangin.

Ini membuat Leeteuk mengernyit. “Memangnya bisa ya?” tanyanya tak yakin.

“Ya! Hyung! Aku saja bisa! Itu buktinya!” bangga Kangin. Benar juga apa yang Kangin katakan, tadi ia melihatnya secara langsung. Dan benda itu benar-benar terbelah karena tebasan tangan Kangin.

“Ini jenis aliran Merpati Putih hyung. Aku mempelajarinya dari Haraboji. Kita memusatkan tenaga dan pikiran kita dengan berkonsentrasi penuh pada obyek yang akan dihancurkan, kalau sekali saja konsentrasi kita buyar atau tidak fokus, maka ini tak akan bisa terjadi. Dibutuhkan latihan khusus hyung,” jelas Kangin.

“Merpati Putih?” Leeteuk tampak mengernyit.

“Iya, itu salah satu kesenian bela diri hyung. Sebagian besar memanfaatkan kekuatan tenaga dalam,” jelas Kangin. Leeteuk manggut-manggut. “Lalu, berapa lama kau berlatih ini?” tanya Leeteuk.

Kangin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Hehehe, 6 bulan hyung,” jawabnya sambil nyengir kuda.

“Mwo?! Lama sekali!?” Leeteuk jadi kehilangan minat.

“Susah sekali berkonsentrasi hyung, apalagi kita juga tidak punya banyak waktu luang kan,” jelas Kangin.  T_T

Leeteuk tersenyum sesaat. “Mungkin suatu saat aku akan mencoba melakukannya! Ajari aku ya!” ujarnya sambil menepuk pundak Kangin.

_FLASHBACK END_

 

“Hello, apakah ada orang disana?” tanya Jason tak sabar.

“Ne, aku disini,” balas Leeteuk kemudian membuka matanya yang terpejam. Kini Leeteuk benar-benar menunjukkan senyum iblisnya yang ia pinjam dari Kyuhyun. “Aku siap anak muda!”

“Baiklah ahjussi! Kau akan kalah kali ini!” tandas Jason.

“Aku terima tantanganmu!” sahut Leeteuk sambil ber’smirk’ ria.

Leeteuk telah mencoba memusatkan tenaga dalamnya dan berusaha berkonsentrasi menunggu serangan langsung dari Jason. Ia membulatkan tekad. Pada saat itulah tendangan Jason mengarah padanya. Leeteuk segera menghindar kemudian membalas dengan tendangan yang sama.

Jason membalas lagi, ia hampir mengenai wajah sang leader itu, tetapi Leeteuk lebih gesit dalam menghindar. Tubuhnya juga cukup lincah. Leeteuk melancarkan sebuah pukulan dan kena telak di pipi namja itu. Jason yang merasa kalah mendecih sesaat. Ia jadi semakin terbakar emosi. Tetapi kesempatan kali ini Leeteuk manfaatkan untuk melakukan serangan balasan yang lebih lagi.

“Terimalah ini!” teriak sang Angel sambil mengarahkan pukulannya yang sudah berisi tenaga dalam itu tepat pada punggung Jason.

Rasa sakit dan menyengat bersarang pada tubuhnya. Jason merasakan kontrol tubuhnya sepertinya hilang dan pandangannya mengabur. Ia hanya bisa menatap sosok samar Leeteuk sebelum ia terjatuh dan pingsan.

“Apakah ini berhasil?” tanya Leeteuk pada dirinya sendiri tak percaya dengan apa yang dilakukannya. Ia kemudian berlari ke arah jatuhnya Jason. “Hey anak muda! Bangunlah! Kau tidak mati kan?” tanya Leeteuk tampak khawatir. Apakah tadi serangannya terlalu keras? Tapi ia rasa tidak.

Leeteuk memeriksa nadi dan nafas namja itu. Masih berdetak dan masih bernafas, berarti.. “Ia tidak mati!” teriaknya senang.

Tiba-tiba sebuah jitakan mendarat keras di kepala Leeteuk. “Ya! Siapa yang berani melakukan in!” teriak Leeteuk kemudian mengelus kepalanya. Ia menatap ke belakang dan didapatinya Heechul telah berdiri di belakangnya.

“Chulie! Bagaimana  kau bisa berada disini?” tanya Leeteuk tak percaya.

“Aku sedang jalan-jalan! Ya! Jelas-jelas aku akan membawa kalian kembali! Kita harus segera berangkat!” jawab Heechul sambil berkacak pinggang. Leeteuk hanya nyengir tidak jelas.

Kemudian ia mengamati Rinrin sedang bertempur dengan yeoja itu, dan ia rasa, sebentar lagi mereka juga akan selesai.

“Oh iya… Aku menemukan ini,” tandas Heechul sambil mengangsurkan beberapa bekas tabung gas. Leeteuk memeriksanya. “Ini, gas tidur yang tadi,” jawab Leeteuk saat melihat keterangan di botolnya.

“Dan ini ada lagi..“ ujar Heechul sambil menyodorkan sebuah notes. Kelihatannya itu milik salah satu penjahat ini. Dan memang benar saja, tadi Heechul menggeledah Kid Kyu yang pingsan.kekeke

Leeteuk membaca notes yang sebagian besar berisi sandi-sandi rahasia itu dan ia terpaku pada sebuah catatan kecil.

“Ddangkoma?” tanyanya sambil menatap Heechul.

 

~XXX~

 

Ryeowook VS Erza

“Siapa itu?” tanya Ryeowook di sela kegiatannya memotong-motong sayuran.

Langkah yang tadi sengaja disembunyikan itupun langsung terhenti. “Kau tau kehadiranku?” tanya yeoja itu pada Ryeowook. Namja itu menghentikan aktivitasnya sejenak. “Tentu saja, kau datang dengan berisik Agashi,” jawab Ryeowook jujur. Kalau sedang memasak, insting Ryeowook akan lebih kuat.

“Menarik sekali,” balas yeoja itu. “Tapi, kau harus segera kubereskan agar tidak menganggu,” desis yeoja itu kemudian.

Ryeowook menajamkan pendengarannya. Ia mencium bahaya mendekat dan benar, yeoja itu menyerangnya dengan pedang?

Ryeowook pun menangkis serangan pedang itu dengan pisau dapurnya. “Apa maumu Agasshi? Kenapa kelihatannya kau ingin sekali membunuhku?” tanya Ryeowook tenang karena terpengaruh atmosfir dapur ini yang merupakan wilayah kekuasaannya, membuatnya merasa lebih kuat dan nyaman.

“Bukan urusanmu!” tandas yeoja itu. Matanya tampak gelap dan berkabut, sepertinya terpengaruh oleh sesuatu?

“Kalau begitu, kau telah masuk ke tempat yang salah,” balas Ryeowook sambil tersenyum. “Dapur bukan untuk bertempur, tapi tempat ini untuk menyambung kehidupan!” Kelihatannya Ryeowook marah karena ruangan yang ia cintai itu akan menjadi ajang pertempuran asli bukan hanya sekedar demo masak yang merupakan favoritnya.

Yeoja itu tak menggubris dan langsung menyerang lagi menggunakan senjatanya. Ryeowook dengan sigap meraih penutup panci yang besar sebagai tameng dan mengganti pisau pemotong sayurnya yang kecil dengan pisau pemotong daging yang besar sebagai pedang.

TRANG TRANG TRANG

Begitulah bunyi pedang dan penutup panci beradu serta bunyi serangan pisau daging yang bergelut sengit. ==

“Bagaimana kalau kita lomba memotong ikan dan daging? Yang paling banyak memotong itu yang menang dan bisa melakukan apapun yang ia suka?” tawar Ryeowook mencoba bernegosiasi sambil tersenyum. Manis sekali. Mata yeoja tadi yang tampak berkabut kini mulai terlihat jelas, sepertinya bujukan Ryeowook sangat mempan.

“Kau serius tentang itu?” tanyanya agak tak yakin.

“Tentu saja? Daripada beradu fisik yang menyebabkan tempat ini berantakan,” lanjut Ryeowook. Ia sedang tidak mood untuk membereskan dapur.

“Baiklah, sepertinya itu ide yang bagus,” jawab yeoja itu sambil mengangguk patuh. Ia masuk ke dalam siasat Ryeowook.

“Oke. Deal?” tanya Ryeowook sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Yeoja itu menyambutnya dengan mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Ryeowook. “Deal,” ujarnya kemudian tersenyum. Ternyata senyumnya manis juga. ^^

“Owh iya. Sebelum itu kenalkan, namaku Kim Ryeowook. I reumi mwoya?” tanya Ryeowook pada yeoja itu.

“Erza Hawke,” jawabnya sambil tersenyum karena semua kabut di matanya telah hilang. Ryeowook membalasnya dengan senyuman.

Kemudian eternal magnae itu segera berjalan menuju ruangan pendingin di dapur itu. Sekali lihat ia telah dapat mengetahui dimana tempat penyimpanan ikan dan dagingnya. Ia segera membawa semua daging dan ikan segar yang ada disana dan ia letakkan di meja dapur. Erza melihatnya dengan tatapan kagum.

“Oke..Kita mulai sekarang ya!” ujar Ryeowook semangat sambil melinting kemejanya. Erza mengangguk dan mengikuti.

“Eh? Singkirkan pedangmu itu! Kau harus memotong memakai pisau daging ini!” ujar Ryeowook lalu menyingkirkan pedang Erza dan menggantinya dengan pisau daging. Erza melongo sesaat dan ia mengangguk patuh. Keduanya pun memulai acara potong memotong daging itu. Ryeowook tampak bersemangat sekali. Ia memotong motong dagingnya dengan ukuran yang sama dan ideal. Sedangkan untuk ikan, dia menyembelihnya dulu serta mengeluarkan isi perutnya dan memberikan goresan yang indah di tubuh ikan itu. *NB : Ikan disini bukan si Donghae, jadi buat istri2 Donghae jangan khawatir, ghahahaha* *ditabok

Tak berapa lama kemudian..

“Nah selesai!” ujar Ryeowook senang. Ia mengamati hasil pekerjaannya yang rapi itu. Kemudian ia menatap ke arah Erza. “Bagaimana denganmu…. Mwo? Erza? Waeyo?!” tanya Ryeowook panik saat melihat ternyata Erza telah jatuh pingsan. Mungkin yeoja itu tidak tahan dengan bau amis daging dan ikan itu. == *Author juga tak suka dengan ikan == *digigit Donghae*

_To Be COntinued_

=============================================================

 

Ini dua episode terakhir untuk season dua😀

hohoho.. Bagi yang tanya FF Vampire Knight,, tenang.. Habis Ddangko selesai pasti aku update, sekalian ma sekuel Leeteuk’s Girlfriend n KyuWon FF😀 *ngebul ini otak*😄

Ada juga FF Chansoo *lirik nurul* sama Hangeng gege lol

tapi antri dulu..😄 *apdah

Oke.. As usually! Coment and like are LOVE

Jeongmal gomawo buat yang udah baca ^^ *bow*

3 responses »

  1. wooaaahhhh…!!!
    zerooo!! ngapain maen disini??? bukan’a tadi lagi bobo dikamar??? *dijewer yeppa

    ya!! shim na na! jeo!! yeppa itu milik ku!! ini bukti’a!! *nunjukin surat nikah

    aiiigooo…
    wookie…
    masih aja sempet buat motong2 ikan sama daging =_=???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s