Main Cast :

>> Kim Jong Woon a.k.a Yesung Super Junior

>> Kim Sky Kyu as Shim Na Na

>> Ddangkoma (Yesung’s child and Nana’s Turtle)

>> Kim Ryeowook a.k.a Ryeowook Super Junior

>> Shim Rinrin as Nana’s sister

>> Park Jung Soo a.k.a Leeteuk Super Junior

>> Cho Kyu Hyun a.k.a Kyuhyun Super Junior

>> Super Junior other’s member

Credit Pict : edited by me (Ririn Cross / ~rin_kyu~)

Disclaimer : Super Junior belong to them and just for ELF, but this story is mine😀

Black Organitation just on Detective Conan anime © Gosho Aoyama sensei XD 

Genre : Humor, Fantasy, Friendship, Schie-Fie (?), Advanture, Romance (?)

Link FF part sebelumnya :

PART 1

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150243311739909″>Ddangkoma Way For Love Part 1</a>

PART 2

<a href=”http://www.facebook.com/profile.php?id=1601025686#!/note.php?note_id=10150244136549909″>Ddangkoma Way For Love Part 2</a>

PART 3

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150250428614909″>Ddangkoma Way For Love Part 3</a>

Part 4

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150251282344909″>Ddangkoma Way For Love Part 4</a>

Part 5

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150256835449909″>Ddangkoma Way For Love Part 5</a> 

 

SIDE STORY

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150257037204909″>SIDE STORY : WE ARE! SUPER JUNIOR!</a>

 

PART 6

<a href=”http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150260540599909″>Ddangkoma Way For Love Part 6</a> 

 

 

Previous :

Nana dan Yesung bertemu secara tidak sengaja, dan anak mereka (re : Ddangkoma) terjatuh. Di lain pihak, sepertinya terjadi sesuatu dalam rumah besar milik keluarga Shim itu karena Kyuhyun dan Leeteuk menemukan gas tidur yang secara sengaja diluncurkan untuk membuat para security pingsan.sebenarnya apa yang terjadi?

 

~XXX~

 

“Kau yakin akan naik dengan cara itu Kyu?’ tanya Leeteuk sangsi.

“Mau bagaimana lagi hyung. Ini satu-satunya cara,” jawab Kyuhyun cuek kemudian bersiap menaiki gerbang yang ujungnya tajam dan lancip itu. Tingginya sekitar 3 meter. Cukup tinggi untuk seorang Cho Kyuhyun tetapi tidak jadi masalah seandainya Eunhyuk ada di sini. Tentu saja bakat alaminya tidak mempermasalahkan pagar setinggi apapun. Apa sih yang tidak bagi seorang monyet kalau soal panjat-memanjat? *dirajam Jewels

“Yah, kalau begitu memang tak ada pilihan lain.” Leeteuk akhirnya ikut juga. Kedua namja terlatih itu meski baru saja pertama kali melompati gerbang tetapi hal ini tidak menjadi masalah yang cukup besar, terutama bagi Leeteuk yang mempunyai tubuh lumayan lentur, selain kedua rekannya, Sungmin dan Eunhyuk dalam Super Junior. Leeteuk mendarat mulus dengan pijakan yang indah ke tanah, dalam area pekarangan rumah itu.

Sedangkan Kyuhyun, meski dia berhasil tetapi ia masih harus melompat ke bawah dan pada saat itu ia kehilangan keseimbangan. Pada akhirnya tubuh kurus itu jatuh bebas ke tanah.njk]

BRUKKK

“Auuuwww!!”

Suara jatuhnya Kyuhyun di selingi bunyi ‘bruk’ dan teriakan seseorang. Seseorang? Bukan Kyuhyun? Kyuhyun hanya merintih karena siku dan lututnya terbentur tanah, selebihnya ia merasa kalau ada sesuatu yang ia tindih di bawahnya.

“Omo!! Apa yang terjadi?!” Leeteuk tampak berteriak panik karena ia tahu Kyuhyun sedang menindih seseorang.

“Bangun!! Kau menimpaku!!” teriak sebuah suara yang sudah jelas terdengar seperti suara yeoja. Kyuhyun refleks langsung bangun dan menebarkan pandangan pada obyek di depannya.

Tampaklah seseorang mengenakan jaket dan topi serta di lehernya terkalung headphone warna hitam sedang merintih. Ia pasti tertindih kuat oleh Cho Kyuhyun sehingga masih terlihat kesakitan.

“Shim Rin Rin?” panggil Leeteuk menyebut nama orang itu. Seseorang yang merasa namanya dipanggil segera mengalihkan perhatiannya dan mencari sumber suara.

“Lee..teuk oppa?” tanyanya dengan mata membulat. Kemudian ia melihat ke arah obyek di depannya. “Cho Kyuhyun!?” Ia tampak shock.

“Kau baik-baik saja Rinrin-sshi? Kau tadi tertindih Kyu, apa terluka?” tanya Leeteuk segera mendekati yeoja itu dengan penuh kekhawatiran. Yeoja itu terdiam. Ia sakit tetapi entah kenapa tiba-tiba semuanya jadi mati rasa saat ia tahu ada sosok Cho Kyuhyun di depannya. Sosok yang sangat ia kagumi, tapi tadi  menindihnya?!! Melompat dari pagar seperti maling??!! Apa yang mereka lakukan sekarang?!

“Ya!! Kalian sedang apa?? Siapa yang menyebabkan semua ini!?” teriak Rinrin pada Leeteuk dan Kyuhyun. Kyuhyun yang tadi juga sempat shock mulai tersadar.

“Bu.. bukan.. Kami tadi hanya melihat sepertinya ada sesuatu yang terjadi di rumahmu. Selain itu kami hanya ingin menjemput Jong Woon dan Ryeowook segera,” jawab Leeteuk agak ketakutan karena mereka tertangkap basah. Ia sudah siap mendengar omelan dari yeoja di depannya ini.

“Owh.. Yesung oppa dan Ryeowook oppa. Mereka di dalam rumah, sepertinya mau menemui Nana dan Ddangkoma,” jawab Rinrin cuek. Leeteuk sweatdrop mendengar jawaban Rinrin itu.

Kemudian yeoja itu berusaha bangkit tetapi kakinya terasa ngilu, sepertinya ia terkilir. Gas tidur tadi sudah lenyap dan meski yeoja itu sempat menghirupnya, tetapi syarafnya sedang bekerja dalam kondisi normal terutama akibat benturan dan tindihan tadi yang membuatnya merasa kesakitan. Saat Rinrin hendak berdiri tetapi terjatuh lagi akibat rasa nyeri itu.

“Kau tidak apa-apa? Maafkan tadi, tidak sengaja,” ujar namja bersuara bass yang merupakan impian banyak yeoja itu terdengar guggup. Entah Rinrin salah lihat atau salah dengar sepertinya namja ini sedikit malu-malu?

Namja itu membantu RInrin berdiri dengan mengulurkan kedua tangannya. Rinrin yang sudah tak karuan hanya bisa membalas uluran tangan itu.

“Ne! Gwaenchana! Ini hanya luka biasa. Tidak masalah!” jawab Rinrin mencoba menenangkan.

“Syukurlah…” ujar Leeteuk kemudian tersenyum.

 

“Ckckck.. Sepertinya sudah cukup drama yang kulihat,”  tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengalihakan fokus Ririn, Kyuhyun, dan Leeteuk.

 

~XXX~

“Pfiuh!! Untung tepat waktu!” ujar Yesung senang. “Terima kasih Wookie, kau memang dongsaeng yang paling baik!” ujar Yesung sambil mendekati Ryeowook yang sedang berbaring dengan tangan menangkap Ddangkoma yang tadi nyaris jatuh ke lantai.

“Ryeowook oppa! Gomawo! Kau memang namja yang cekatan!” puji Nana. Ryeowook yang tadi sebenarnya kesal karena menganggap pekerjaan menolong kura-kura ini tidak keren, akhirnya tersenyum-senyum juga karena di puji.

“Ah.. tidak masalah. Ddangkoma juga keluargaku, jadi sudah seharusnya aku menolongnya!” jawab Ryeowook yang sepertinya mulai ketularan Yesung dan Nana.

Yesung dan Nana hanya terkekeh melihat tingkah Ryeowook yang lucu itu. Tapi kemudian Nana menatap namja kura-kura itu.

“Oppa! Tadi gara-gara oppa Kkoma hampir terjatuh!”

“Ya! Tapi kau juga yang tidak bisa menjaganya! Makanya pegang dia dengan erat dong!”

“Aku sudah memegangnya erat! Tapi kehadiran oppa yang tiba-tiba dan tatapan oppa itu membuatku gemetar dan kaget!” Setelah itu Nana langsung blushing sadar dengan ucapannya yang malah menggambarkan bahwa Yesung itu adalah orang yang bisa membuatnya lemah.

“A… Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa? Kau juga membuatku terkejut dengan kehadiranmu yang tiba-tiba! Mana bisa aku tenang kalau Ddangkoma dijaga orang yang mirip sepertiku dan selalu membuatku cemas!” jawab Yesung yang otomatis langsung membekap mulutnya, sepertinya ia salah bicara dan sepertinya Nana pun salah menangkap maksudnya.

“Jadi, aku hanya membuat oppa dalam kecemasan karena Ddangkoma?” ujar yeoja itu dengan nada yang cukup datar tetapi menusuk, kelihatannya memang benar Nana tidak menangkap maksud dari kalimat ambigu yang tadi terlontar dari mulut Yesung.

“Aish… Bukan begitu! Aku hanya–“ belum selesai Yesung menjelaskan, Nana sudah membanting pintu kamarnya di depan wajah Yesung.

“Bawa Ddangkoma pulang! Dia akan lebih baik bersamamu oppa!” tegas yeoja itu tertahan.

“Tapi? Aku belum selesai…” jawab Yesung sambil menatap nanar ke arah kamar itu.

“Urusan kita sudah selesai. Dengan membawa Ddangkoma kembali, kau tidak akan repot ke sini lagi! Akupun akan tenang dari kejaran Clouds ataupun para pemburu harta karun kura-kura lainnya!” tegas Nana masih tertahan. Yesung langsung terpukul saat itu juga. Ia kini benar-benar merasa bahwa seluruh hatinya hancur, ini seperti sebuah penolakan secara tidak langsung.

“Tunggu aku, dengarlah dulu…” ujar Yesung masih dengan pandangan nanar.

“Tidak apa-apa oppa. Silahkan pergi, bukankah kalian akan ada penerbangan ke Indonesia? Kalian harus berangkat sebelum semuanya kacau. Cepatlah pulang, tak usah pedulikan aku,” ujar Nana masih terdengar berat.

Yesung menatap tulisan yang tertera di depan pintu kamar itu dengan perasaan terluka. “Kau tau? Ddangkoma itu anakku, tetapi ia juga telah menjadi anakmu, kini kau membuangnya hanya karena alasan yang tidak jelas seperti ini?” tandas Yesung sambil menatap tulisan itu lagi. Merasa tak akan mendapat jawaban maka Yesung mendesah sesaat,  ia kemudian berbalik dan melangkah pergi menjauh dari kamar itu dengan hati yang begitu hancur.

Selepas mendengar pernyataan dan langkah menjauh itu, Nana segera merosot. Ia yang sedari tadi menahan semua perasaannya kemudian jatuh terduduk di pintu kamarnya sambil terisak pelan. Hatinya pun ikut hancur. Perasaannya terhadap Kim Jong Woon yang benar-benar tulus kini sudah tak ada harapan lagi. Namja itu pasti membencinya.

Ryeowook yang melihat kejadian itu merasa sangat kasihan. Yesung benar-benar terlihat sangat terluka. Belum pernah ia melihat hyung kesayangannya terpuruk seperti ini. Ddangkoma yang kini ada di tangannya pun seolah meneteskan air matanya. Apalagi saat ia mendengar isak pelan di balik pintu itu. Tetapi yang jadi masalah sekarang adalah, 20 menit lagi pesawat akan segera take off! (NB : Ryeowook sama Yesung tidak tahu kalau penerbangan ditunda 1 jam)

“Aku harus meluruskan ini!” teriak namja kecil itu yang sontak membuat langkah Yesung tertahan dan Nana yang mencoba menajamkan pendengarannya di sela isaknya yang masih belum dapat terhenti.

“Ya! Kalian berdua ini babo atau apa sih?!! Marah-marah tidak jelas gara-gara masalah sepele. Kalian seperti pasangan suami istri yang sedang dalam masa pubertas (?) tahu!” amuk Ryeowook.

“Yesung hyung! Kau bilang tujuanmu datang ke tempat ini karena ingin melakukan sesuatu kan? Kalau aku tak salah dengar sepertinya kau bilang seperti ini, “Aku hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Ddangkoma dan mengambil hatiku yang sebagian tertinggal disini!”” todong Ryeowook. “Padahal kalimat itu sungguh sangat keren menurutku, makanya aku mau mengikutimu sampai disini. Tetapi kalau jadinya seperti ini bukankah hati yang tertinggal itu malah akan hancur?” ujar Ryeowook lagi sepertinya emosi telah memuncak.

“Dan kau–“ Ryeowook berhenti sejenak lalu membaca tulisan papan nama di pintu itu. “Shim Nana! Kau tahu tidak?! Saat aku pertama kali melihatmu aku sudah tahu kalau kaulah yang dimaksud Yesung hyung. Tempat dimana hyung tersayangku yang babo ini meninggalkan hatinya.  Jadi kalian tidak seharusnya bertengkar seperti ini dan luruskanlah masalah yang ada!” teriak Ryeowook sambil terengah.

Kemudian Ryeowook segera melanjutkan. “Kalian itu sangat mirip! Sama-sama keras kepala dan tidak bisa di tebak! Tetapi yang menjadi poin utama kali ini adalah, kalian sama-sama bodoh karena tidak menyadari semua itu!!” Kini Ryeowook sudah ngamuk hebat, lalu ia menatap Ddangkoma. “Kalian lihat, anak kalian menangis karena ulah kalian. Ddangkoma menangis…” ujar Ryeowook.

Yesung dan Nana yang sedari tadi kalut dalam pikirannya langsung mencelos saat mendengar penuturan Ryeowook. Mereka kemudian bangkit menghampiri Ddangkoma.  Mereka saling menatap. Nana segera menghapus air matanya, ia malu dilihat oleh namja idolanya dengan keaadaan seperti ini.

“Gwaenchana?” tanya Yesung.

“Ne, gwaenchana, eh?” jawab Nana kemudian langsung ingat tentang Ddangkoma.  “Apakah benar Ddangko menangis?! Bawa kemari, eomma disini nak,” ujar Nana sudah seperti seorang ibu kepada bayinya, ia meminta langsung Ddangkoma dari tangan Ryeowook. Yesung tertegun melihat tingkah Nana. Ya, memang seperti itulah dirinya. Namja itu kemudian tersenyum lalu ikut berjongkok melihat Ddangkoma.

“Anakku sayang, maafkan appa. Appa yang salah, sepertinya memang appa telah membuatmu menderita, dan juga membuat ibumu…. Menangis,” ujar Yesung sedih.

“Tenanglah, dia sudah tidak apa-apa. Coba aku lihat apakah dia menangis atau tidak,” ujar Nana kemudian menggendong kura-kura itu di depan matanya. Kura-kura itu hanya bisa berkedip.

“Bagaimana? Apakah dia benar-benar menangis?” tanya Yesung khawatir kemudian ikut melihat. Kura-kuranya, yang memang hanya bisa berkedip.

“Kok sepertinya dia tidak apa-apa? Tidak menangis dan seperti biasa, hanya berkedip?” tanya Nana pada Yesung.

“Aku juga tidak tahu, tapi tadi Ryeo– Heh! Ryeowook? Dimana dia?!” ujar Yesung sambil menatap ke sekitarnya.

“Kim Ryeowook!” teriak Nana dan Yesung berasamaan, tetapi namja yang dimaksud sudah menghilang dari hadapan mereka.

“Heh? Kemana dia?” tanya Nana sambil melihat sekeliling.

“Molla, dia memang kadang begitu,” ujar Yesung. ‘Paling-paling dia sembunyi di dapur kalau takut dimarahi,’ ujar inner Yesung. Namja itu kemudian mengelus kura-kura kesayangannya itu. “Ddangko anak baik, saat appa bertengkar dengan eomma kaulah yang jadi penengah kami,” lanjutnya masih bicara pada kura-kura itu tetapi ia sadar, hanya mereka berdua di ruangan itu. Seketika wajah Yesung langsung memanas pada saat itu juga, begitupula Nana yang segera memalingkan wajahnya dan mereka sama-sama salah tingkah.

“Cih… menggelikan sekali. Sepertinya aku memang harus segera membawa pergi kura-kura itu!?” ujar sebuah suara yang membuat Yesung dan Nana terkejut setengah mati.

“Kau??!!” teriak Nana waspada. Yesung yang tidak tahu apa masalah sebenarnya tetapi tahu bahwa orang dihadapan mereka ini adalah orang jahat, segera mengambil posisi siaga.

“Siapa mereka?” tanyanya setengah berbisik pada Nana.

“Anggota Black Organization Return, mereka mengincar Ddangkoma,” ujar Nana.

“Mwo?!” Yesung tampak terkejut.

“Mereka tahu bahwa kura-kura ini memiliki nilai jual yang tinggi, dan oppa tahu tidak? Ddangkoma ternyata bisa mengeluarkan mutiara dari tempurungnya?” bisik yeoja itu pelan.

“Masa’?” tanya Yesung tidak yakin. Nana mengangguk tetapi Yesung masih belum percaya. “Ini memang mustahil, akupun terkejut saat melihatnya pertama kali, tetapi itu benar adanya. Ia akan mengeluarkan banyak mutiara setiap akhir pekan,” jelas Nana. “Dan semua mutiara itu masih ku simpan, karena itu milikmu oppa,” ujar Nana sambil tersenyum. Cantik sekali.

“Hyaaah!! Apapun itu, Ddangkoma adalah anakku! Tak ada yang boleh merebutnya! Jadi, kalian enyahlah dari sini!” teriak Yesung emosi pada dua orang yang tiba-tiba telah berdiri di hadapannya.

 

~XXX~

Rinrin yang mengerti situasi segera menajamkan instingnya. Meski sudah setahun ia tidak bergelut dalam bidang ini, ia masih menguasainya.

“Siapa disana?” tanya Rinrin dengan suara sedatar mungkin. Sosoknya yang seperti dulu kembali lagi. Kyuhyun dan Leeteuk mengerti situasi. Mereka juga siaga.

“Tidakkah kau khawatir dengan kondisi adikmu Shim Nana?” lanjut suara itu lagi semakin mendekat.

Rinrin mendengus. Kemudian berbalik ke arah dua namja di belakangnya. “Oppa, apakah Yesung oppa dan Ryeowook oppa bisa berkelahi?” tanyanya dengan sedikit berbisik.

“Kurasa kalau Yesung bisa, terutama kalau melihat Ddangko dalam bahaya, jadi tak masalah. Sedangkan Ryeowook juga punya kemampuan, apalagi jika ia memegang wajan atau sejenisnya,” jawab Leeteuk sambil sedikit berpikir.

“Bagus. Tak masalah. Bagaimana dengan kalian?” tanya Rinrin kemudian.

“Aku sedikit menguasai martial art, tetapi kalau untuk berkelahi sepertinya lumayan,” jawab Leeteuk.

Rinrin mengalihkan pandangan pada Kyuhyun. “Aku bisa, tetapi aku butuh-–”

“PSP?” potong Rinrin sambil mengernyit pada namja idolanya itu.

Kyuhyun menggeleng. “Aku hanya butuh kacamataku,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum evil kemudian mengeluarkan kacamata beningnya dan mengganti kacamata hitam yang ia pakai dengan itu.

Rinrin terpana sesaat, tetapi ia segera mengerti situasi. Benar-benar deh, namja itu sangat tampan, Apalagi kalau memakai kacamata itu. Dia benar-benar Megane Oujiku! pikir Rinrin yang mengingat serial manga favoritnya, Pangeran Kacamata.

“Ready!” jawab Kyuhyun sambil mengacungkan jempolnya dan membenarkan posisi topinya yang sedikit berantakan. Rinrin mengalihkan pandangan pada Leeteuk yang mengangguk tanda setuju.

“Oke! Let’s go!” jawab Rinrin. Tepat pada saat mereka selesai berdiskusi tampak tiga bayangan menyerang, melaju cepat ke arah mereka.

 

_TO BE CONTINUED_

 

Hoho… again.. te-be-ce- *evil laugh*

Oke.. Next chap cast antagonis yang sudah saya pilih dari reader n beberapa admin BFEI akan main…😀

tunggu kelanjutannya ya XDD

coment please.. wajib coment.. yang ga coment ga akan kena tag lagi XP

gomawo dah mampir *bow* 

 

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s