SEASON KE-2 Ddangkoma, Way For Love (?) Part 4 : YeWook on Mission!

 

Main Cast :

>> Kim Jong Woon a.k.a Yesung Super Junior

>> Kim Sky Kyu as Shim Na Na

>> Ddangkoma (Yesung’s child and Nana’s Turtle)

>> Kim Ryeowook a.k.a Ryeowook Super Junior

>> Shim Rinrin as Nana’s sister

>> Park Jung Soo a.k.a Leeteuk Super Junior

>> Lee Sungmin a.k.a Sungmin Super Junior

Disclaimer : Super Junior belong to them and just for ELF, but this story is mine😀

Genre : Humor, Scie-Fie (?), Romance (?)

Link FF part sebelumnya :

>>Ddangkoma, Way For Love Part 1<<

>>Ddangkoma, Way For Love Part 2<<

>>Ddangkoma, Way For Love Part 3<<

~XXX~

Singkat cerita, Ddangkoma tidak mau makan karena dia sedang dalam keadaan stress dan belum terbiasa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mungkin juga karena ada ikatan batin antara kura-kura itu dengan Yesung, maka saat diperiksa oleh Yesung dan dinasehati, ajaibnya kura-kura itu langsung sembuh dengan cepat dengan nafsu makan yang meningkat. Sekarang Ddangkoma sudah terbiasa dengan pemilik barunya yaitu Shim Nana. Walaupun terkadang Ddangkoma merindukan tingkah aneh Yesung.

Tiga bulan kemudian… (4 Juni 2011)

Kegiatan Super Junior benar-benar padat. Super Junior M sudah kembali ke Korea kecuali Siwon dan Donghae yang sedang di Taiwan menyelesaikan syuting Extravagantz Challenge bersama Ivy Chen. Super Junior sebentar lagi akan menghadiri sebuah acara music bertajuk KIMCHI (Korean International Music Consert Hosted in Indonesia) di Jakarta.

Pada saat hari H KIMCHI, paginya Super Junior memberdeul tanpa Siwon dan Donghae segera bersiap untuk berangkat ke bandara Incheon.

_Di Van Super Junior_

“Wookie~ kau tak pulang? Rumahmu kan dekat daerah sini?” tanya Shindong.

“Ani hyung. Mana bisa aku pulang, jadwal padat begini,” ratap Wookie galau.

“Aish.. kenapa kau jadi murung begitu!” Shindong jadi salah tingkah berusaha menenangkannya. Yesung hanya tersenyum penuh teka-teki di kursinya melihat kejadian itu.

 

_Setiba di Bandara Incheon_

“Saengdeul, kkaja! Kita harus segera mengurus visa,” komando Leeteuk.

“Ne, hyung!” jawab yang lain serempak. Leeteuk tersenyum memandang seluruh dongsaengnya. Ia mengedarkan pandangan. Tiga orang telah menghilang, Kibum, Hangeng, dan Kangin, ditambah Siwon dan Donghae yang sedang di Taiwan, kenapa rasanya jadi sepi, Hanya ada mereka berdelapan sekarang. Leeteuk mendesah kemudian mencoba mulai berhitung.

Na, dul, set, hingga pada hitungan ke-6 dia sudah berhenti karena member telah habis. Sepertinya ada yang aneh. Leeteuk kemudian sekali lagi menghitungnya serta ikut menghitung dirinya, tapi hasilnya sama.

“Kok Cuma 6?” tanyanya.

“Kenapa hyung?” tanya Sungmin begitu melihat kebingungan di wajah hyung leadernya itu.

“Kelihatannya aku tak salah menghitung. Tapi denganku kenapa cuma ada 6 orang?” tanyanya linglung. Sungmin kini mengerti maksud hyung leadernya. Ia ikut mengamati sekitar dan ia tahu siapa yang menghilang.

“Yesung hyung dan Ryeowook tidak ada…” desis namja bergigi kelinci itu.

“MWO?!”

~XXX~

 

“Wookie~ aku sudah menemanimu ke tempat orangtuamu… Sekarang temani aku menengok Ddangkoma ya!” rengek Yesung manja.  >,

“Jangan bilang kau menemani aku hyung! Kita cuma lewat depan rumah orang tuaku saja tadi!” sungut Ryeowook. Yesung hanya nyengir melihat ekspresi Ryeowook itu.  “Dan sebenarnya aku ingin bertanya, kenapa kita sembunyi-sembunyi masuk ke rumah ini!?” tanya Ryeowook lanjut, ia sedikit sebal karena harus ikut-ikutan menelusup ke semak-semak taman rumah mewah yang ada di hadapannya ini, tanpa tahu apa sebenarnya tujuan dari Kim Jong Woon si AB line yang cukup aneh ini.

Ryeowook bahkan tak habis pikir, kenapa ia mau diajak kabur dari bandara dan ditipu mentah-mentah oleh Kim Jong Woon yang tadi berjanji membawanya mampir ke rumahnya walaupun hanya sebentar. Ya, ia tadi memang pulang sebentar, tak sampai 1 menit Ryeowook menginjakkan kaki di halaman rumahnya, ia langsung ditarik pergi mengikuti couplenya itu. Benar-benar malang sekali nasib seorang Kim Ryeowook.

“Ssttt… Jangan berisik Wookie! Nanti kujelaskan!” ujar Yesung sambil masih mengendap-endap hendak masuk ke area perumahan besar itu. Ryeowook hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan segera mengikuti hyungnya itu. “Apa boleh buat,” desisnya.

Yesung dan Ryeowook telah berhasil menyusup sampai ke taman perumahan ini dengan masuk melalui lubang tempat keluar masuknya anjing besar milik keluarga ini. Beruntungnya mereka, karena anjing besar yang dimaksud sedang tidak ada di tempat, kabarnya anjing itu sedang mengikuti pelatihan anjing pelacak untuk kemiliteran. Anjing yang hebat bukan? Seandainya ada, sudah tamat daritadi riwayat mereka berdua.

Mereka kini hendak mencapai bangunan utama. Bangunan ini diapit oleh dua buah bangunan lainnya, yang satunya dikenali oleh Yesung sebagai ruang tamu seperti yang ia tempati waktu masuk pertama kali ke sini bersama hyung leadernya. Satunya lagi merupakan bangunan rumah kaca tempat bunga-bungaan langka dan indah disemayamkan.

Kompleks bangunan yang cukup megah dan mewah ini membuat Ryeowook ber-“wow” ria seperti yang dilakukan Leeteuk sebelumnya. Bangunan utama ini bergaya eropa klasik, dengan gerbang besar sebagai pintu utama. Ada beberapa ukiran khas abad pertengahan di dinding dan pintunya didominasi dengan warna coklat keemasan yang menegaskan kesan mewah tetapi alami. Berbeda sekali dengan bangunan rumah Korea pada umumnya maupun dorm Super Junior yang merupakan bangunan modern era kini.

“Ppali!! Kita harus masuk sekarang!” ajak Yesung sambil melirik Ryeowook.

“Kita masuk lewat mana hyung?” tanya Ryeowook was-was. Ia mulai berpikir, apakah Yesung akan membajak rumah mewah ini dan membunuh semua penghuninya? Dilihat dari tindak gerak-gerik yang mencurigakan ini siapa yang tahu? Sedangkan namja di depannya itu kan memang terkadang aneh. Ryeowook merinding sendiri dengan bayangannya itu, dan segera ingat kalau tadi Yesung menyebut Ddangkoma.

“Hyaaa!!! Jangan-jangan hyung mau menculik Ddangkoma?!” teriak Ryeowook dengan suara melengkingnya. Yesung membekap mulut Ryeowook tetapi tubuhnya yang tak seimbang tiba-tiba jatuh dan menyentuh sebuah tombol aneh di dinding tempatnya mengendap tadi.

KRIIIIIINGGGGGGG

Alarm tanda bahaya, pendeteksi suara sekaligus sentuhan tak di kenal tiba-tiba berbunyi memberi tanda adanya penyusup.

~XXX~

 

Rinrin melepaskan headphonenya dan meletakkan buku berjudul “Mitologi Yunani” yang sedang ia baca itu lalu beranjak ke beranda. Alarm pendeteksi hasil rancangan coba-cobanya minggu lalu telah beberapa kali berbunyi.

  • Kasus pertama terjadi pada saat ada pencuri yang berniat membobol brankas milik ayahnya yang terletak di kamar kedua orangtuanya.
  • Kasus kedua, ada perampok yang hendak membajak rumahnya dan menyusup lewat gerbang belakang.
  • Kasus ketiga, kucingnya yang bernama Kaito Kitty yang tak sengaja menyenggol dan menimbulkan suara berisik hingga membuat alarm dari bawah kamarnya itu berbunyi.

Beberapa buah alat itu tertempel di sekitar rumah ini. Meskipun tidak sepraktis kamera pengintai, tetapi ini cukup efektif untuk mengagetkan para perampok dan pencuri itu sehingga para security bisa dengan mudah menangkap mereka.

“Sekarang apa lagi?” desis yeoja yang tak bisa ditebak itu dengan nada sarkastik.

Ekor matanya mengawasi seluruh penjuru rumahnya. Dari kamar ini ia bisa melihat keseluruhan halaman depan rumahnya. Rinrin pun tau, kalau alarm yang berbunyi itu berada di sekitar semak-semak dekat pintu utama, yang berarti tepat berada di bawah kamarnya. Di sana ia melihat dua namja yang menjadi sumber keonaran itu. Rinrin hanya tersenyum penuh arti.

“Eonni!!” Tiba-tiba pintu kamar Rinrin menjeblak terbuka.

“Ya!! Shim Na Na!! Apa yang kau lakukan?” tanya Rinrin kaget karena bantingan keras dari Nana pada pintu kamarnya yang dibaliknya terpasang poster Super Junior.

“Ddangkoma tiba-tiba terlihat gelisah,” ujarnya tak masuk akal. Bagaimana bisa kura-kura darat seperti itu gelisah?

“Aku serius eonni!!!” ujar Nana sambil bersikukuh. Rinrin terdiam sejenak, ia mulai berpikir.

“Dimana anakmu itu berada?” pada akhirnya ia bicara.

“Di kamarku….” jawab Nana.

“Eonni mau memeriksanya tidak? Siapa tahu dia sakit lagi?” Nana kelihatan cemas. Rinrin hanya tersenyum tipis melihat kelakuan adiknya itu. “Shim Na Na adikku tersayang. Kapan terakhir kura-kuramu bersikap tak wajar seperti ini?” tanya Rinrin pada akhirnya. Nana mengerutkan alisnya tak mengerti. Seingatnya kura-kura itu baik-baik saja dan sehat, yah walaupun dia memang tak makan banyak. Bagaimana bisa makan banyak kalau geraknya saja lambat seperti itu?

Nana kembali berpikir. Kapan saat kura-kuranya itu bersikap tidak wajar. Kapan? Kapan? Kapan?

TING!

Terdengar suara dari mesin pembuat roti. Diiringi teriakan Nana, “Yesung!”

“Oh.. rotiku sudah matang,” ujar Rinrin sumringah sambil bergegas menuju tempat mesin itu berada. Roti adalah salah satu makanan favoritnya, apalagi dengan selai coklat, susu, ataupun vanilla.

Saat ia berbalik, ia sudah tak mendapati adiknya disana. “Shim Nana kau hebat… Tapi, dia enak sekali bisa bertemu Yesung oppa. Yah walau tadi itu masih perkiraan. Aku sendiri? Bahkan belum sempat ketemu dengan idolaku, huhu…” ujar Rinrin kesal sambil memandang poster namja tampan dengan kostum ksatria berwarna coklat khas Prancis abad pertengahan yang digunakan oleh D’artagnan dalam drama musikal The Three Mushketeers, namja itu mengacungkan pedang tepat ke arahnya.

“Cho Kyuhyun~ Kau mengacaukan hidupku!” todong Rinrin pada poster itu. “Lupakan… Bisa bertemu Leeteuk oppa dan Yesung oppa kemarin saja aku sudah senang sekali. Jangan berharap terlalu banyak Rinrin-sshi,” ujar Rinrin pada dirinya sendiri kemudian tersenyum lepas. Tetapi Rinrin kemudian segera kembali pada kesibukannya lagi, walau ia sedikit gelisah.

Ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Entah, apakah yang ia pikirkan itu benar atau hanya perasaannya saja?

Lalu Rinrin beranjak turun ke ruang tamu, sebelum itu ia menyambar topi dan jaketnya. Hatinya tak tenang dan ingin mencari udara segar.

~XXX~

“Eottohke hyung?? Pesawat kita take off dua jam lagi.. tapi mereka belum kembali!” desis Sungmin pada Leeteuk.

Leeteuk tampak berpikir, meski ia cemas tapi ia tak menunjukkannya.

“Sebaiknya… Kita tetap disini. Jangan sampai manajer hyung dan yang lainnya tahu..” bisik Leeteuk.

“Ne hyung, wakatta (japanesse : mengerti)!” sahut Sungmin cepat refleks dengan bahasa Jepangnya. Sungmin mencoba mengamati sekeliling lagi, siapa tau ia mendapatkan target buruannya. Tapi nihil, karena mereka berdua memang sedang tidak ada di sekitar sini. Leeteuk pun melakukan hal yang sama.

“Aish!! Namja kura-kura itu kemana sih?!” ujar Leeteuk sambil mengacak-acak rambutnya.

SINGGG

Sebuah pikiran terlintas di dalam otak Leeteuk. “Ya! Benar! Kura-kura!” serunya keras, tak sengaja membuat member yang lain memalingkan wajah padanya dengan pandangan –kau-kenapa-hyung-mereka, dan Leeteuk hanya bisa membalas dengan senyuman ganjil yang berarti –tidak-ada-apa-apa-dongsaengku-nya. Mereka punya ikatan batin yang kuat memang, atau karena mereka memang menguasai bahasa isyarat?

Tiba-tiba Song Kibum, manajer mereka datang mebuat Sungmin dan Leeteuk terkejut setengah mati setengah hidup. Apakah berarti menghilangnya namja aneh Yesung dan namja koki Ryeowook akan segera diketahui?

_TO BE CONTINUED_

TBC lagi,,,, fufufu… >,

Oke.. Next part bakal lebih seru. Siapa yang mau baca?? *plak*

Hehe kalau gitu, author mohon diri. *bow*

Ditunggu kritik dan saran,, coment apa aja juga boleh yang penting nyambung ma cerita!😀

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s