WARNING : Last Shoot untuk season 2!!! Ending of Battle, Romance Ye-Nana, Min-Nicole, bagi Clouds dan Pumpkins jangan jeles ya! Yang lainnya? Baca sendiri aja😄

Copycat go to hell!!

 

Main Cast :

>> Yesung Super Junior

>> Kim Sky Kyu as Shim Na Na

>> Ryeowook Super Junior

>> Shim Rinrin as Nana’s sister

>> Leeteuk Super Junior

>> Kyuhyun Super Junior

>> Sungmin Super Junior

>> Heechul Super Junior

>> Park Chansoo (Rinrin’s friends)

 

 

 

Antagonis :

>>Hyuga Putra Mio as Jason Hyuk Key (Leeteuk’s Rival) 

>>Nurul Mega as Lin Lau (Rinrin’s Rival) 

>>Jewel’a Laviezta as Joe Shin (Yesung and Nana’s Rival)

>>Niken Refanthira as Nicole Shin (Yesung and Nana’s Rival)

>>Suci Nur Fatihah as Erza Hawke (Ryeowook’s Rival) 

 

Credit Pict : by Thennia Elyciabeth and imageshack

 

Disclaimer : Super Junior belong to them and just for ELF, but this story is mine😀

Black Organitation just on Detective Conan anime © Gosho Aoyama sensei XD  but Black Organization Return is my imagination😀

Vampire Knight © Hino Matsuri

 

Genre : Battle, Romance (?), Humor, Fantasy, Friendship

 

Link FF part sebelumnya :

PART 1

Ddangkoma Way For Love Part 1

PART 2

Ddangkoma Way For Love Part 2

PART 3

Ddangkoma Way For Love Part 3

Part 4

Ddangkoma Way For Love Part 4

Part 5

Ddangkoma Way For Love Part 5 

 

SIDE STORY

SIDE STORY : WE ARE! SUPER JUNIOR!

 

PART 6

Ddangkoma Way For Love Part 6 

 

PART 7

Ddangkoma Way For Love Part 7 

 Part 8

Ddangkoma Way For Love Part 8

Part 9

Ddangkoma Way For Love Part 9

  

 

 Happy reading!🙂

 

====================================================================

 

Rinrin VS Lin ==> Kyuhyun ikut nimbrung

“Sista, kemampuanmu menurun!” ejek Lin saat melihat Rinrin hendak bangun lagi setelah serangan ke-2 yang lebih dasyat dari serangan pertama yang tadi membuatnya terlempar menabrak Kyuhyun.

Rinrin sadar, tanpa Chansoo partnernya, ia tidak bisa melakukan serangan dengan baik.

“Apakah kau jadi lembek tanpa Chansoo eonni, sist?”

“Ya! Jangan banyak bicara! Kalian benar-benar ingin mengambil Ddangkoma?” tanya Rinrin sambil mengelap darah yang merembes dari sudut bibirnya.

“Kami?” tanyanya seolah meremehkan. “Ne, benar sekali! Dan kami diijinkan untuk menghabisi pengganggu yang menghalangi rencana kami,” lanjut Lin sambil tersenyum sinis.

Rinrin tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sepertinya ia telah benar-benar dicuci otak oleh organisasi itu.

“Sekarang, waktunya bagimu untuk menyerah eonni!” susulnya kemudian ia bergerak cepat menyerang.

Lin menguasai kemampuan ninja yang membuat gerakannya sangat cepat dan tak terlihat. Pada saat itu Rinrin benar-benar tak berkonsentrasi dan mungkin saja kali ini dia akan terkena serangan telak.

Saat Rinrin memejamkan mata karena pasrah, ia mengingat masa-masa mereka dulu di London, dimana mereka hidup akrab, dengan Jason, Kid Kyu, Lin, Erza, Joe dan Nicole si kembar tapi beda, tentu juga Chansoo serta Eunjae sahabatnya. Masa-masa itu sangat berharga dan Rinrin tak menyangka teman-temannya jadi seperti ini?

 

BUKKK

Rinrin tak merasakan sakit sedikitpun saat serangan itu datang. Padahal jelas-jelas tadi sebuah hantaman keras mengarah padanya.

Saat ia membuka mata ia mendapati Kyuhyun berdiri memeluknya dan melindunginya dari serangan Lin. “Kyuhyun oppa!” pekiknya. Kyuhyun hanya tersenyum lemah, tetapi kemudian darah merembes keluar dari ujung bibirnya. Pemuda itu lalu ambruk.

Lin berdiri di belakangnya dengan tersengal. Ia melihat tangannya yang tadi memukul namja itu. Ya, Cho Kyuhyun adalah namja yang ia idolakan juga.

“Oppa… Bangunlah! Bangun…!!!” teriak Rinrin histeris. Suara ini mengagetkan Leeteuk dan Heechul yang sedang terfokus pada notes. Keduanya segera berlari menghampiri.

“Kyu!!!” teriak keduanya tak percaya. Rinrin tampak gemetar. Ia sangat terguncang.

“Sepertinya aku terlambat?” Yeoja bernama Chansoo itu sangat terkejut saat melihat arena pertempuran yang kacau. Chansoo kemudian mengarahkan tatapannya pada Rinrin. “Rin-ah..” panggilnya kemudian menghampiri.

Tiba-tiba terdengarlah suara sirine yang memekakkan telinga.

Leeteuk dan Heechul segera menutup telinganya. Rinrin langsung tersadar. Chansoo menyadari bahwa ini adalah bunyi sirine pencuci otak. Chansoo langsung menatap pada Lin yang sekarang sedang berdiri tegak dengan pandangan kosong. Ia dalam posisi siap menyerang.

“Awas!!” teriak Chansoo sambil mendorong Rinrin ke sudut yang berlawanan. Kalau ia tidak melakukan itu, sahabatnya akan terkena pukulan yang lebih hebat. Chansoo segera melihat sasaran Lin berikutnya. Dua namja itu. Oh tidak, Lin mengincar namja cantik yang berambut hitam panjang itu!

 

Secepat kilat Chansoo segera mendorong Kim Heechul menghindar. Itu menyebabkan keduanya jatuh.

Heechul tampak merintih. Ia kemudian tersadar saat melihat yeoja yang menolongnya tadi. Begitupula Chansoo, ia baru sadar kalau yang ditolongnya adalah Kim Heechul Super Junior!

“Kim Heechul!?” tanyanya tak percaya.

Heechul yang tak mengerti hanya mengernyit dan hendak bangkit. “Gwaenchanayo?” tanyanya sambil mengulurkan tangan.

Chansoo mengangguk. Inikah namja yang menjadi sahabat dekat Hangeng gegenya di Super Junior?

“Ne, gwaenchana,” jawab Chansoo singkat. Heechul tersenyum. Chansoo masih terus menatap Heechul, tetapi yeoja itu segera tersadar. Ia harus menyelesaikan ini secepatnya.

Chansoo melihat bahwa ternyata namja satunya adalah Leeteuk Super Junior, dan yang terbaring itu adalah Cho Kyuhyun. Pantas saja Rinrin tampak terpukul. Chansoo segera melesat ke arah Rinrin.

“Rinrin!! Sadarlah!” teriak Chansoo. “Yang penting kita selesaikan ini, baru kita bisa menyelamatkan mereka semua! Aku jamin, mereka akan baik-baik saja,” tandas Chansoo memberikan harapan. Rinrin menatap Chansoo, tak ada kebohongan dari sorot mata sahabatnya itu, akhirnya ia mengangguk.

“Tapi sebelumnya, pakailah ini,” ujar Chansoo sambil mengangsurkan sebuah medallion. Rinrin menatap Chansoo sejenak, “Tapi..Ini bukankah medallion pemberian Hangeng ge mu?”

Chansoo hanya tersenyum. “Pakailah. Kau lebih membutuhkannya saat ini.” Rinrin mengangguk.

Keduanya kemudian membentuk formasi. Chansoo menyiapkan tinjunya. Rinrin memakai sarung tangannya.

“Siap?” tanya Rinrin. Chansoo mengangguk.

Keduanya kemudian menyerang Lin. Pada akhirnya dengan kombinasi duo legenda SMA Raven, Lin dapat ditumbangkan. Ia kalah kemudian jatuh pingsan.

Rinrin pun langsung ambruk setelah berhasil mengalahkan Lin. Tenaganya benar-benar terkuras.

“Kyuhyunnie.. Bangun,” seru Leeteuk membuatnya teringat akan pahlawannya itu. Sang Angel sepertinya hendak menangis pada saat itu juga. Rinrin langsung berusaha bangkit ke tempat Kyuhyun. Chansoo membantunya tetapi ditepis. “Chansoo, pergilah ke tempat Nana.. Dia sepertinya butuh bantuan,” ujar yeoja itu. Chansoo hanya bisa mengangguk dan berlari cepat masuk ke dalam, Heechul menyusul di belakangnya.

 

~XXX~

“Ada apa ini?” tanya Sungmin mendekati Nicole. Seketika Nicole terperanjat.

“Lee..Sungmin?” tanyanya tak yakin. Sungmin menatap yeoja itu dan tersenyum. “Ne, aku Lee Sungmin. Wae?” tanya Sungmin dengan senyum manisnya.

“A..aniyo!” Nicole menggeleng hebat membuat Sungmin heran. Nicole sebenarnya tidak terlalu tahu Super Junior, tetapi ada satu namja yang membuatnya tertarik, namja itu tak lain adalah namja yang kini berdiri bersisian dengannya, Lee Sungmin.

“Kau tau aku tapi aku belum tahu namamu. I reumi mwoya?” tanya Sungmin.

“Ne.. Nicole Shin imnida,” jawab Nicole. Sungmin menyalami Nicole yang tampak gugup itu.

“Ngomong-ngomong, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sungmin. Sejak tadi ia heran dengan apa yang ia saksikan. Dimulai dari Yesung yang bernegosiasi (?), Yesung yang dimarahi oleh yeoja yang semula dia lindungi, terakhir ia di dorong jatuh dan yeoja itu yang malah gantian maju melawan yeoja yang mirip dengan yeoja yang ada di sisinya ini, Nicole.

“Ehm. Kakakku malah ingin merebut namjachingunya (?) Nana, Yesung Super Junior,” tunjuk Nicole pada Yesung yang kini menatap mereka berdua dengan pandangan tajam. Sungmin yang melihat hyungnya melotot hanya bisa tersenyum tidak jelas. Ia lalu mendengarkan penjelasan lanjutan dari Nicole karena penasaran dan mengabaikan Yesung. “Padahal kami datang ke sini untuk merebut kura-kura itu yang bernama Ddangkoma,” ujar Nicole sambil menunjuk Ddangkoma. Mata Sungmin membulat.

“Jadi kamu…?” tanyanya tak yakin.

“Eh?” Nicole tampaknya terkejut dengan reaksi Sungmin yang mendadak. Saat itu Yesung telah melambai-lambaikan tangannya pada Sungmin.

Sungmin bingung, menurut analisis otaknya yang termasuk cerdas ini, kemungkinan yeoja yang disampingnya ini termasuk komplotan pengacau tadi. Dan berdasarkan pesan dari Heechul hyung sebelumnya, ia harus membereskan semuanya yang mengganggu. Tetapi yang jadi masalah, yeoja ini terlalu imut untuk dia bereskan. T_T

 

“Sungmin!!!” teriak Yesung pada akhirnya. Ini membuat Nana dan Joe yang sedang asyik bertempur kembali mengarahkan pandangan pada Yesung. “Ne, hyung…” jawabnya hendak mendekat tapi di hadang oleh Joe. “Apa yang akan kau lakukan?!” tanya Joe menghentikan Sungmin.

Nana yang langsung mengenali namja itu sebagai Sungmin Super Junior langsung berteriak, “Sungmin oppa!?”

Yesung kini segera menatap Nana dengan perasaan sedikit cemburu. ‘Kenapa kalau Sungmin yang datang dia memandangnya seperti itu?’ ujar Yesung dalam hati sambil mengetuk-ngetuk cangkang Ddangkoma.

Saat itu tiba-tiba sirine yang sama berbunyi. Sirine yang memekakkan telinga bagi Sungmin, Yesung, dan Nana, tetapi membuat dua yeoja yang memang sudah terpengaruh itu, tersihir kembali. Mata mereka kini tampak berkabut dan hitam kelam.

Joe tanpa aba-aba kini menyerang Sungmin langsung. Sungmin yang memang mempunyai kemampuan refleks dan bela diri yang tinggi langsung menghindar, tapi sayang, ia juga mendapat serangan dari belakang, tak lain yang menyerangnya adalah Nicole. Sungmin terpaksa harus berputar ke kanan untuk menghindar, akibatnya tubuhnya menubruk tembok cukup keras.

BRUKK

“Argh..” rintih Sungmin.

Yesung dan Nana yang mengetahui perubahan situasi secara tiba-tiba itu sangat terkejut. Dengan sigap Yesung berdiri dan menyerahkan Ddangkoma pada Nana, lalu ia berkata, “Percayalah padaku. Aku akan melindungimu. Tolong jaga Ddangkoma ya!” ujarnya sambil melemparkan senyum kemudian masuk dalam pertempuran. Nana mengangguk dan mempererat pelukannya pada Ddangkoma.

Yesung kini punya kesempatan untuk beraksi, tetapi ia harus menolong Sungmin dari kepungan dua yeoja itu. “Sungmin!” teriak Yesung. Teriakan keras itu sukses membuat Joe dan Nicole kini balik menyerangnya.

Sungmin yang mendengar namanya dipanggil langsung tersadar. Ia membuka matanya melihat Yesung, yang gantian dikepung. Pada saat itulah ia melihat kode dari Yesung yang disampaikan padanya melalui bahasa isyarat (?).  Kode itu biasanya mereka lakukan di dorm kalau sedang iseng ingin main tebak-tebakkan.

M I N K A U S E R A N G Y A N G L E B I H M U D A

Kurang lebih seperti itu yang Yesung katakan padanya. Sungmin terdiam sejenak. Ia melirik arlojinya, mereka hanya punya waktu 10 menit lagi dari batas waktu perjanjian dengan Heechul hyung. Hhhh… Namja itu mendesah. Ia sebenarnya tak tega, tapi ini agar semuanya cepat selesai.

Sungmin kemudian bangkit. Pandangannya berubah menjadi tegas, perasaannya yang muncul pada yeoja bernama Nicole itu harus ia hapuskan, mereka terlibat cinta terlarang (?) karena berada pada dua kubu yang berbeda. “Mianhae.. Nicole-sshi,” ujar Sungmin kemudian memukul keras yeoja itu dari belakang. Hal itupun diikuti Yesung yang memukul Joe sehingga kedua kakak beradik itu langsung jatuh pingsan seketika. Yesung dan Sungmin menyerang titik pusat syaraf kesadaran mereka. Pertarungan selesai dan pada akhirnya mereka memenangkannya.

Yesung dan Nana tampak gembira sehingga tak memperhatikan apa yang Sungmin lakukan.

Sungmin menatap sedih ke arah yeoja yang terjatuh itu. Ia kemudian berjongkok dan mengamati lebih lama wajah Nicole. Tanpa sadar Sungmin mengelus lembut pipi Nicole. Lalu, ia melihat sesuatu yang tersangkut di rambut yeoja manis itu. “Anting?” ujarnya pada diri sendiri. Sungmin tersenyum ke arah Nicole. “Bolehkah aku menyimpan ini?” tanyanya sambil tersenyum miris.

Pada saat yang bersamaan tibalah Chansoo diikuti Heechul.

“Sudah selesai?” tanya Chansoo setelah melihat keadaan Nicole dan Joe yang tergeletak tak berdaya.

“Chansoo eonni!!” teriak Nana. Ia segera melempar tugas menggendong Ddangkoma pada Yesung. Chansoo menyambut pelukan dari Nana.

“Hyung…” Kemudian datanglah Ryeowook sambil menggendong Erza yang masih pingsan. “Tolong aku..Ada orang pingsan disini,” ujarnya sambil menunjuk-nunjuk Erza, tetapi matanya terbelalak saat melihat ada dua yeoja yang tak sadarkan diri di depan Sungmin dan Yesung. Ia lebih terkejut lagi saat melihat kehadiran dua hyungnya.

“Sungmin hyung? Heechul hyung? Kenapa kalian bisa ada disini?” tanya Ryeowook sambil membaringkan Erza di dekat tembok.

Heechul langsung melihat arlojinya. “Hyaaa!! Kita harus kembali ke airport sekarang!” teriaknya panik.

Yesung dan Ryeowook yang lupa waktu juga tampak panik. “Hyung!! Pesawat kita sudah take off!” teriak Ryeowook. “Bagaimana dengan penerbangan kita!?” tanya Yesung kemudian.

Heechul mendekat pada keduanya dan menjitak kepalanya masing-masing. “Ya! Kalian berdua ini! Karena kalian kita dalam masalah! Untung saja tadi penerbangan ditunda satu jam! Ayo kita pulang!” ajak Heechul hendak menyeret Yesung dan Ryeowook.

Chansoo dan Nana hanya melongo melihat apa yang dilakukan oleh Heechul.

Pada saat mereka sedang ribut-ributnya, tiba-tiba muncullah seseorang berjubah hitam dihadapan mereka.

Chansoo segera waspada dan menyiapkan sesuatu di balik sakunya. Nana juga waspada, sedangkan Heechul, Sungmin, Ryeowook yang mengerti situasi langsung siaga. Yesung sendiri, ia mengeratkan pelukannya pada Ddangkoma.

“Apa tujuanmu?” tanya Nana.

Orang itu hanya diam, padahal sejujurnya ia menyeringai dibalik jubahnya.”Shim Nana! Kuakui kalau hari ini aku kalah! Tetapi lain kali, aku pasti dapat mengambil kura-kura itu!” ujarnya yakin. Tepat pada saat ucapan terakhirnya, ia sudah dilempari kartu truf oleh Chansoo dan orang itu menghilang bagai ditelan bumi.

“Menghilang?” Ryeowook dan Nana langsung terbelalak. Heechul sama terkejutnya dengan Ryeowook, tapi dia masih bisa menjaga image idolnya. Yesung tak bereaksi, ia malah asyik mengelus cangkang Ddangkoma. Sedangkan Sungmin tadi sempat melihat sesuatu terlempar ke arah orang aneh itu.

“Dia tak akan dapat kembali lagi,” kata Chansoo penuh teka-teki. Itu membuat semua mata menatapnya penuh tanda tanya.

“Apa maksudmu eon? Dia siapa?” tanya Nana.

Chansoo tersenyum. “Dia pemimpin Black Organization Return. Dan sekarang ia terlempar ke dimensi lain, dengan ini!” jelas Chansoo tampak bersemangat sambil menunjukkan kartu truf yang ia pegang.

“Bagaimana bisa?” tanya Nana terbelalak.

“Kakakmu yang membuatnya setahun yang lalu, sebelum kita berpisah!” tandas Chansoo sambil memamerkan kartu itu.

“Rinrin eon?” Nana semakin bingung.

“Ne! Tapi aku hanya tau cara menggunakan dan limitnya,” tegas Chansoo.

“Kartu itu… Apakah bisa mengirim kami kembali ke masa lalu?” sela Sungmin tiba-tiba membuat Nana, Heechul, Yesung, dan Ryeowook menatapnya.

Chansoo tersenyum semakin lebar. “Tentu saja oppa! Itulah tujuanku datang kesini!”

 

~XXX~

Rinrin terbangun dari pingsan sesaatnya. Ia masih terbaring disana dan ia melihat pemandangan itu, Park Jung Soo yang termenung dengan tatapan kosong di hadapan Kyuhyun yang tak sadarkan diri.

“Oppa..” rintihnya pelan. Suara itu membuat lamunan sang leader buyar.  Ia mencari asal suara dan baru sadar kalau disana ada Rinrin yang terbaring membutuhkan pertolongan. Dengan segera Leeteuk mendekat.

“Rin-ah! Sejak kapan kau disitu? Kau terluka!” Ia tampak semakin khawatir.

“Ne, gwaenchana oppa. Bisakah kau tuntun aku ke tempat Kyuhyun oppa?” tanya Rinrin penuh harap. Leeteuk segera mengangguk dan membantu Rinrin untuk mendekati Kyuhyun.

“Evil magnae ku. Idola ku. Kau jadi begini karena aku, cepatlah sembuh!” kata yeoja itu sambil mengenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun tak bergeming.

Rinrin kemudian membuka telapak tangan kirinya dan mengangsurkan medallion pemberian Chansoo tadi pada genggaman tangan Kyuhyun. “Kau pasti kuat Cho Kyuhyun!” ujarnya yakin dan tersenyum lemah.

Leeteuk yang melihatnya tak urung langsung meneteskan air mata. “Aish oppa! Kenapa kau menangis?” tanya Rinrin dengan nada yang cukup lemah sambil melihat sang leader. Leeteuk semakin terisak.

Pada saat itulah Chansoo, Nana, Yesung, Heechul, Sungmin, dan Ryeowook mendatangi mereka.

“Eonnii!” Nana langsung menangis melihat keadaan eonninya.

“Nana, kita harus melakukannya sekarang. Rinrin akan baik-baik saja! Kalian juga, bersiaplah!” tegas Chansoo pada yang lain.

Sejujurnya Yesung, Ryeowook, dan Heechul pun khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Apalagi Sungmin, karena Kyuhyun adalah dongsaeng yang paling ia sayangi. Tetapi namja itu tahu, Kyuhyun akan baik-baik saja kalau hal ini berhasil dilakukan.

 

~XXX~

“Kalian semua siap?” tanya Chansoo mengkomandoni. Semuanya mengangguk. “Tidakkah kalian ingin mengucapkan salam perpisahan satu sama lain?” tanyanya lanjut.

Nana menggigit bibir. Ia tahu resikonya, ia tidak akan bisa merasakan apa yang terjadi tadi, ia akan melupakan kedatangan Yesung, ia tak akan bisa bertemu dengan Yesung. Kalau mengingat itu, rasanya ia ingin menangis saja. Tetapi ia tidak boleh egois hanya mementingkan dirinya. Kini eonninya dan bahkan Kyuhyun sedang terbaring tak berdaya. Seandainya mereka kembali pada waktu sebelumnya, mereka tak akan mengalami hal seperti ini. Mereka akan baik-baik saja. Yang paling penting juga adalah, Super Junior. Mereka akan tenang dalam perjalanannya untuk show berikutnya.

“Tunggu!!” Tiba-tiba Yesung menyela.

Chansoo menatap namja itu. “Apakah ada yang ingin kau sampaikan oppa?”

Yesung tersenyum sekilas kemudian mendekati Nana yang masih larut dalam pikirannya. “Jangan cemas..” ujarnya lembut.

Nana yang baru tersadar bahwa Yesung berdiri dihadapannya tampak terkejut. “Ani..aniyo oppa..” elaknya. Ia tidak ingin lebih lama seperti ini, hatinya akan semakin sakit kalau melihat kemungkinan yang akan terjadi setelahnya.

Yesung merogoh sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah cincin. “Untukmu,” tegas Yesung.

“Eh?” Dia tampak terkejut.

“Ambillah,” ujarnya kemudian mengangsurkannya pada Nana. Nana menerimanya dengan tangan gemetar dan air mata yang berlinang. “Hussh… Jangan menangis.” Yesung mengelus kepala yeoja itu lembut. Ini malah membuatnya semakin terisak.

“Gomapta..” balas Nana tersendat.

“Aku titip Ddangkoma juga ya,” balas Yesung. Kemudian namja itu mengecup dahi Nana lembut, yang membuat isakannya semakin menguat. “Tenanglah. Seperti kata Ryeowook sebelumnya.” Yesung sengaja memotong kalimatnya dan menatap Ryeowook yang malah ikut menangis tetapi ia mengabaikannya lalu kembali menatap Nana.

“Sebagian hatiku tertinggal disini. Jadi, aku pasti akan datang untuk mengambilnya lagi. Kau mau menungguku kan?” Nana terdiam sejenak dan menatap Yesung tak percaya, tetapi pada akhirnya ia mengangguk.

Yesung sebenarnya sangat sedih, tapi satu-satunya jalan yang bisa mereka tempuh adalah jalan seperti ini. Sebelum mereka benar-benar berpisah, Yesung memeluk Nana erat. Dia akan menderita lagi sebelum ia dapat mengambil hatinya sepenuhnya dan memiliki yeoja yang memang telah mencuri hatinya itu.

“Shim Nana, saranghae~,” ujar Yesung lirih. Setelah itu semuanya menjadi putih. Mereka  masuk ke lorong dimensi yang menghapus waktu dan keberadaan. Semuanya menutup mata dan mereka tertelan dalam cahaya itu.

 

~XXX~

“Hyung… Bangunlah. Kita sudah sampai di Incheon airport!” teriak Ryeowook di telinga Yesung. Yesung seketika terbangun. “Kita sudah sampai?” tanya Yesung tak percaya.

“Daritadi kau tidur terus, jadi kau tak tahu!” marah Ryeowook. Ia tampak cemberut.

Yesung terdiam. “Benarkah aku tertidur?” tanyanya sedikit tak yakin.

“Ne hyung, sejak dari dorm,” balasnya kemudian ia segera bersiap-siap untuk turun dari van.

“Jadi? Tadi itu hanya mimpi?” tanya Yesung pada dirinya. “Aish.. Tidak mungkin, itu terlihat seperti nyata.” Namja itu mengacak rambutnya kemudian segera melihat pada member yang lain. Mereka juga sedang bersiap-siap untuk turun. Mereka seperti tidak pernah mengalami apapun. Ia lihat Kyuhyun masih sehat dan bersiap memakai jaketnya. Leeteuk yang sedang menelepon seseorang. Sungmin yang sepertinya mencari sesuatu. Dan Heechul yang sedang merapikan make upnya.

“Akhirnya ketemu!!” teriak Sungmin. Hal itu membuat semua mata terarah padanya.

“Ya! Berisik sekali! Apa yang kau cari sih?” sewot Heechul.

Sungmin hanya tersenyum-senyum sendiri kemudian ia memamerkan sebuah anting. “Anting siapa itu hyung?” tanya Eunhyuk curiga. Itu anting yeoja.

“Ini miliknya, Nicole,” ujar Sungmin terlihat sedih saat menatap anting itu. Yesung tersentak. Member yang lain hanya saling berbisik.

“Hyung! Aku juga punya sesuatu!” pamer Kyuhyun sambil menunjukkan sebuah medallion.

“Apalagi itu Kyu?” tanya Shindong.

“Aku rasa, yeoja aneh itu yang memberinya. Ya kan hyung?” tanya Kyuhyun pada Leeteuk setelah selesai menelepon. “Ne Kyu, kau mendapatnya dari Rin-ah,” jawab Leeteuk sambil tersenyum.

“Jadi? Itu bukan mimpi?” tanya Yesung membuat semuanya kini menatapnya.

“Ya anak-anak! Cepatlah turun. Aku harus segera mengurus visa kalian untuk ke Indonesia,” perintah Kibum manajer yang datang tiba-tiba.

“Hyung! Aku tidak bermimpi!” teriak Yesung kemudian memeluk hyung manajer yang paling disayanginya itu. Kibum manajer tampak kaget. Member lain yang melihatnya hanya bisa sweatdrop. Kyuhyun, Sungmin, dan Leeteuk hanya tersenyum.

 

FIN? OR TBC?

Tergantung coment readers😀

Untuk season dua ini FINISH. Kekekeke *plak

Kalau mau lanjut? Coment! Nanti Ddangkoma, Way For Love akan hadir dengan kasus yang berbeda.

Selanjutnya FF yang akan datang adalah sekuel2 dan Chansoo-Hangeng + FF KyuWon

Aku ucapkan terima kasih untuk readers yang dari awal sampai akhir setia membaca serta setia untuk like n coment. Aku doakan kalian akan mendapatkan sesuatu yang baik. Amin ^^

Mohon maaf kalau dalam FF ini ada banyak kesalahan, author juga baru belajar soalnya. Akhir kata. Sampai jumpa di FF selanjutnya. *bow*

Jangan lupa RCL lagi yah!😄 *ngarep

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s