>>Ddangkoma, Way For Love Part 1 : Bad Day!<<

Dedicate for my beloved sister’s although she’s not my sibling… miss u imouto-san… :)

Disclaimer : Super Junior member is their own and also belong’s to ELF.

But, this story is mine! Copycat go to hell!

Cast :

>>Kim Jong Woon a.k.a Yesung Super Junior

>>Shim Na Na a.k.a Sky Kyu (Admin Jongwoon)

Other :

>>Shim Rin Rin (Nana’s Sister)

>>Super Junior member

Genre : Romance(?), humor, gaje

Author : ~rin_kyu~ (Ririn Cross)

Let’s Enjoy Reading!!

This story begin @15 Mei 2011

~XXX~

~YESUNG POV~

Ada satu hal yang membuatku tidak tenang. Hanya saja aku tidak bisa mengatakannya. Tetapi hati ini sungguh merasa tidak nyaman. Aku…

“Ya! Jong Woon! Kau melamun lagi!” sentak Heechul hyung tiba-tiba membuatku tersadar kembali dengan duniaku. Aku mengerjap.

“Aish! Ekspresi apa itu? Kenapa menatapku dengan sipit begitu?” seloroh Heechul hyung membuatku membulatkan mata karena kesal.

“Ya! Hyung-ah! Kau mengagetkanku! Lagian apa urusan hyung mengenai apa yang kulakukan,” ujarku sambil bersungut-sungut karena ketentramanku terganggu.

“Aigo~ sebenarnya aku malas juga, tetapi kurasa kau melakukannya mungkin karena rindu Ddangkoma? Iya kan?” tanyanya. Tepat sekali. Aku memang mengkhawatirkan Ddangkoma!

“Hahahaha….” Dia langsung tertawa tanpa menungguku menjawab.

“Hyung-ah! Berhenti tertawa atau kau akan mati!” ancamku pura-pura hendak mencekiknya dengan tanganku.

“Coba kalau kau bisa membunuhku, tangan saja sekecil itu…buahahaha.” Dia tertawa mengejek. Aku semakin manyun. Huh.

“Kalau begitu hyung tak akan kutemani seandainya mau ke kamar mandi nanti malam!” ancamku lagi. Karena para dongsaeng sedang di Taiwan dengan kegiatan Super Junior M mereka selama beberapa bulan ini, aku yang sendirian di lantai bawah akhirnya memilih mengungsi ke lantai 12. Sejak itu pula tiap malam Heechul hyung selalu membangunkanku agar ditemani ke toilet di lantai bawah! *nah lho? Ribet amat.

“Ya! Yesungie, jangan begitu.. Tadi hyung Cuma bercanda heh, temani dong~” bujuk Heechul hyung dengan gaya sok manja.

“Makanya hyung jangan menertawakanku lagi ya! Awas kalau iya!” aku memperingatkannya. Heechul hyung tiba-tiba menjadi patuh, padahal dalam hati mungkin merutuk.

“Kalian berdua sedang apa? Berisik sekali!” Tiba-tiba Teuki hyung datang mengagetkan Heechul hyung, bukan aku!

“Teuki! Kau mengagetkanku!” sentak Heechul hyung. Aku senang dia merasa tertindas. *plak*

“Kalian, malam-malam begini masih aja ribut. Aku jadi tak bisa tenang,” elak Teuk hyung. Dia bukannya tak tenang, tapi dia rindu keramaian kami mungkin. Selama ini bahkan dorm jauh lebih berisik dari ini kan hyung? Mengaku sajalah.

“Ya! Jong Woon! Kenapa kau memandangku dengan mata sipitmu itu!” sungut Teuk hyung sama persis seperti Heechul hyung tadi. Memangnya mataku benar-benar sipit ya? ==

Aku mendengus kesal dan hendak meninggalkan kedua orang tua itu. “Jong Woon-ah, kau mau kemana?” tanya Teuk hyung melihat kepergianku.

“Cari udara segar,” jawabku singkat kemudian berjalan lagi. Sebelum aku menyentuh pintu dorm tiba-tiba Heechul hyung menghentikan langkahku, “Kau rindu ddangko kan? Pergi saja ke tempatnya tinggal.” Langkahku terhenti sejenak. Ide yang bagus!

~END OF YESUNG POV~

~XXX~

Yesung berjalan cepat dengan penyamaran yang terlalu berlebihan. Topi rajut tebal, masker warna hitam, kacamata tebal, jaket tebal warna coklat keabu-abuan, sarung tangan, dan syal tebal. Padahal ini sudah mendekati akhir musim semi yang notabene udaranya tidak terlalu dingin. Bahkan mungkin cenderung panas. Aish, Kim Jong Woon memang aneh. ==

Dia berjalan memasuki sebuah kantor catatan sipil. Bukan, maksudnya dia masuk ke sebuah yayasan. Dia segera menuju ke kantor resepsionist dan menanyakan sesuatu. Setelah mendapatkan apa yang dia mau akhirnya Yesung segera pergi dengan cepat.

Tak lama kemudian pemuda itu berdiri di sebuah rumah yang sangat mewah.

“Jadi di sini ya?” tanya Yesung pada diri sendiri. “Mewah sekali,” lanjutnya sambil menggaruk-garuk kepalanya, ia masih dalam penyamaran.

Kemudian Yesung mengamati sekeliling. Ia memejamkan mata dan dalam hatinya ia menyebut nama Ddangkoma, kura-kura yang dua tahun ini menjadi temannya bicara. Dia benar-benar rindu sekali dengan Ddangkoma, tetapi mungkin Ddangkoma sudah cukup bahagia tinggal di tempat semewah ini. Pasti  Ddangkoma dirawat dengan baik dan selalu diberi makan teratur tidak seperti saat bersamanya yang kadang-kadang terlantar karena jadwal Yesung yang sungguh padat.

Tiba-tiba ada seorang dengan jas hitam menghampiri Yesung.

“Permisi, tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya orang itu formal.

“Ah iya.. Apakah ini kediaman Tuan Shim Tae Woo?” tanya Yesung tak yakin.

“Ne, memangnya tuan ada keperluan apa?”

“Bolehkah saya menemuinya?”

“Apakah tuan sudah buat janji?”

Yesung menggeleng. “Maaf tuan, kalau tak ada janji, Anda tidak bisa menemui Kim sajangnim,” ujar orang itu sopan. “Apalagi dengan penampilan Anda yang seperti itu,” lanjut orang itu sambil mengamati Yesung dari ujung kaki hingga ujung rambut yang sedikit kelihatan.

Yesung mendesah. Ahjussi tadi sudah tidak ada bersamanya. Saat Yesung akan mengangkat kakinya dan memutuskan untuk pulang tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil di belakangnya. Yesung membalikkan tubuhnya.

“Tuan, bisakah kau minggir dari situ. Aku mau lewat!!” tegas seorang gadis dari dalam mobil Mercedes yang ia kendarai itu dengan nada memerintah. Yesung malah tak bergeming.

Yeoja dalam mobil itu kelihatan kesal dengan apa yang Yesung lakukan. Ia kemudian terus memencet-mencet klakson menimbulkan suara berisik. Yesung masih tetap stay di tempatnya.

Tiba-tiba Ahjussi tadi yang berbicara dengan Yesung langsung keluar dengan tergopoh-gopoh.

“Agasshi, kenapa Anda memencet klakson terus-menerus?” tanya Ahjussi itu.

“Namja itu, aku tak bisa lewat kalau ada dia disana Ahjussi,” ujar gadis itu dongkol sambil melotot pada Yesung.

“Maafkan saya Agasshi.” Kemudian Ahjussi itu segera menghampiri Yesung. Ahjussi itu berbicara dengan Yesung. Kemudian yeoja itu segera masuk ke mobilnya lagi sambil menggerutu.

“Siapa sih namja itu, mengganggu jalanku saja,” rutuknya.

“Kau tidak seharusnya marah-marah seperti itu my dear,” sahut yeoja lainnya yang duduk di sebelah kemudi. Kemudian yeoja berambut panjang dikuncir itu malah menyenandungkan sebuah lagu dari playlist yang sedang ia mainkan di headset dengan santai.

“Ya! Eonni!” yeoja itu semakin menggerutu.

“Shim Na Na. Bersabarlah sedikit dear,” yeoja yang dipanggil eonni itu malah tersenyum. “Sekarang ayo jalan.” Yeoja yang bernama Shim Na Na itu tampak sedikit bingung dengan apa yang dikatakan eonninya, tetapi akhirnya tahu saat melihat namja yang tadi menghalanginya sudah tak ada disitu.

“Dia sudah pergi?” tanyanya pada diri sendiri karena eonninya kembali asyik dengan dunianya. Tetapi ekor mata Na Na langsung menangkap punggung namja itu yang berjalan menjauh dari rumahnya. Entah kenapa tiba-tiba saja yeoja itu merasa bergetar melihat punggung namja tak dikenal itu dan yang membuatnya kesal tadi. “Babo! Apa yang kupikirkan!” Na Na langsung memukul kepalanya sendiri.

Na Na segera mengemudikan mobilnya dengan cepat dan memasukkannya ke garasi. Eonninya langsung turun dan naik ke kamarnya. Sedangkan Na Na berjalan ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sebuah kandang saja.

“Kkoma!! Bagaimana kabarmu hari ini nak? Baik-baik saja kan?” tanya Na Na akrab pada hewan yang hanya bisa berkedip di dalam sana. “Kurasa begitu. Sudah makan?” tanya Na Na pada kura-kura itu yang masih saja tak meresponnya.

“Dia tidak mau makan agasshi, padahal kami sudah menyediakan selada untuknya.” Tiba-tiba datanglah seorang pelayan dengan membungkuk meminta maaf pada Na Na. Na Na langsung menaikkan alisnya. “Kenapa kau tidak mau makan dengan orang lain?” tanya Na Na pada kura-kura itu.

“Baiklah Ahjumha.. bawakan selada ya!” perintah Na Na. Ahjumha itu segera melaksanakannya.

Na Na kemudian memberi makan kura-kura itu. Tapi sayang, entah karena apa tiba-tiba kura-kura itu tidak mau memakan selada yang diberikan Na Na. Meski baru beberapa hari di rumah itu, biasanya kura-kura itu tetap mau makan walau sedikit.

“Kkoma, kau kenapa tak mau makan sama sekali?” tanya Na Na dengan wajah sedih.

“Ada apa my dear?” tanya yeoja tadi yang dipanggil eonni oleh Na Na tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu.

“Eonni.. Kkoma ga mau makan. Bagaimana ini??” tanya Na Na.

Eonni Na Na mengerutkan alisnya. Kemudian bergerak mendekat dan mengamati. “Astaga! Kurasa dia perlu dibawa ke dokter.”

~XXX~

“Darimana saja kau Jong Woon?” tanya Leeteuk pada Yesung yang masuk tanpa mengucapkan salam itu.

“Jalan-jalan,” jawab Yesung tanpa minat kemudian menanggalkan semua penyamarannya.

Leeteuk segera menurunkan Koran yang ia baca dan memandang dongsaengnya itu. Yesung terlihat sangat suntuk.

“Ada masalah?” tanya Leeteuk.

“Ani,” jawab Yesung singkat kemudian merebahkan diri di sofa. Ia mencoba memejamkan mata tapi pikirannya masih tidak fokus.

“Bicara saja,” lanjut Leeteuk sambil melipat Koran dan mendekati Yesung.

Yesung memandang Leeteuk sejenak kemudian bangkit dan duduk. “Hyung, menurutmu apakah Ddangko akan baik-baik saja?”

Leeteuk malah tertawa mendengar pertanyaan Yesung barusan. Yesung hanya sweatdrop melihat tingkah Leeteuk. Dia mencoba menunggu namja dimple itu diam tapi Leeteuk tak kunjung diam juga sehingga membuatnya getol dan melempar bantal sofa pada sang leader.

“Fuahahaha.. Mian Jong Woon, aku tidak bermaksud.” Leeteuk membela diri walau ia masih menahan geli.

“Lalu apa yang harus kulakukan hyung?” tanya Yesung menuntut jawaban.

“Ssshh… Kau bilang kau sudah merelakannya?”

“Iya.. Tapi…” Yesung tak melanjutkan kata-katanya.

“Kalau begitu, temui saja kura-kura itu,” tandas Leeteuk.

Yesung terdiam. “Sudah hyung.. Tapi aku tidak bisa,” lanjut Yesung. Kemudian namja itu bercerita panjang lebar pada Leeteuk. Leeteuk sesekali mengangguk dan mengiyakan.

“Baiklah, besok hyung temani kau kesana lagi.” Leeteuk memutuskan daripada melihat dongsaengnya uring-uringan gara-gara kura-kura darat itu?

Yesung tampak senang dan langsung memeluk Leeteuk teramat kencang kemudian ia berlari ke kamarnya hendak mengabarkan berita baik ini pada Ddangkomi, Ddangkkomeng, dan Kkoming (?)

~XXX~

“Sudah siap?” tanya Leeteuk.

“Sudah!” jawab Yesung mantap.

“Kkaja!!”

~TO BE CONTINUED~

Bagaimana kisah selanjutnya tentang pertemuan Yesung – Ddangkoma – Shim Na Na??

Kalau mau lanjut, coment ya ^^

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s